Kamis , 14 Desember 2017
Home / Poleksosbud / Pengawasan Nuklir Kini Dilakukan secara Online
Energi Nuklir
Energi Nuklir (pixabay dok.)

Pengawasan Nuklir Kini Dilakukan secara Online

Edupost.id – Pemanfaatan energi nuklir saat ini semakin meluas, pengawasannya menjadi hal yang penting untuk diperhatikan demi menjaga keselamatan para pengguna, masyarakat, serta lingkungan. Metode pengawasan nuklir pun semakin berkembang menjadi pengawasan yang berbasis teknologi informasi yang diberi nama Balis online.

Balis Online merupakan sistem informasi berbasia web yang dibangun dengan perangkat lunak berbasis open sourceguna mendukung kegiatan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir mulai dari proses perizinan fasilitas radiasi dan zat radioaktif, inspeksi fasilitas tersebut, sertifikasi uji kesesuaian pesawat sinar-X, dan data pekerja radiasi,” ungkap Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Khoirul Huda, 

Guna memudahkan pengurusan perizinan, diselenggarakan Sistem Perizinan online 2.0 dan On The Spot Licensing. Dengan penerapan teknologi informasi melalui Balis Online ini diharapkan para pemegang izin pemanfaatan ketenaganukliran, khususnya di bidang kesehatan, dapat mengajukan permohonan izin dengan sistem online tanpa harus membuang waktu, uang, dan tenaga terlalu banyak.

Selain itu, ada pula aplikasi Balis Inspeksi Online 2.0 yang mengubah paradigma pelaksanaan inspeksi dari model konvensional menjadi model inspeksi partisipatif oleh para pengguna, serta Balis pekerja online sebagai pangkalan data untuk mengetahui pekerja radiasi yang ada di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir dengan tema “Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Publik” yang diselenggarakan atas kerja sama antara UGM dan BAPETEN.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni, Paripurna menyebutkan, sebagai perguruan tinggi yang juga telah melakukan berbagai riset di bidang nuklir, UGM siap untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan pemanfaatan tenaga nuklir secara aman. (IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *