Jumat , 26 Mei 2017
Home / Poleksosbud / Penularan HIV/AIDS Intai Remaja Pengguna Narkoba
hiv aids
HIV AIDS (foto: haikudeck)

Penularan HIV/AIDS Intai Remaja Pengguna Narkoba

Edupost.id – Menurut data yang dirilis United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di tahun 2013 menunjukkan bahwa pengguna narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat. Salah satu bahaya yang mengintai para pengguna narkoba yang notabene banyak kalangan remaja ialah resiko penularan penyakit Hepatitis C dan HIV/AIDS.

Demikian yang disampaikan Prof. Samsuridjal Djauzi saat menjadi pembicara dalam kuliah umum bertajuk “Masalah Narkoba pada Remaja” di Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Samsuridjal menyoroti bahaya penggunaan narkoba pada remaja.

Menurut Guru Besar FKUI ini, penularan penularan penyakit Hepatitis C dan HIV/AIDS  menjadi salah satu bahaya yang mengintai para pengguna narkoba, terutama bagi pengguna yang menggunakan suntikan. Pasalnya, 62% pengguna narkoba suntik di kota-kota besar di Indonesia menggunakan jarum bekas karena tidak mampu membeli jarum yang baru.

Satu buah jarum dapat dipakai untuk 2-18 orang sekaligus sehingga meningkatkan penularan penyakit. Dari riset FKUI di Puskesmas Kampung Bali Jakarta pada 2006, ditemukan bahwa 90% dari total 552 pengguna narkoba yang menjalani tes VCT terinfeksi HIV/AIDS.

Selain penularan penyakit berbahaya, timbulnya adiksi (kecanduan) juga menjadi salah satu efek samping paling berbahaya dari penggunaan narkoba. “Dua tahun setelah seorang berhenti mengonsumsi narkoba, ia masih memiliki keinginan untuk menggunakan. Jika dalam fase ini ia berada di lingkungan yang rentan, maka bisa kembali menjadi pengguna,” papar pakar imunologi ini.

Selain itu, lingkungan di sekitar pengguna juga berpengaruh. Sebuah riset yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa tikus yang dikurung sendiri cenderung lebih mudah mengalami adiksi obat-obatan dibandingkan dengan tikus yang berada dalam grup. “Pada manusia, kondisi yang sama juga dapat terjadi. Lingkungan yang suportif dapat mencegah terjadinya adiksi pada pengguna,” ujar Samsuridjal. (UI/IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *