Senin , 20 Februari 2017
Home / Poleksosbud / Permainan Tradisional, Riwayatmu Kini

Permainan Tradisional, Riwayatmu Kini

dupost.ID, Yogyakarta – Jamuran, jamuran, yo ge ge thok. Jamur apa, jamur apa, yo ge ge thok. Jamur payung ngrembuyung kaya lembayung Sira badhe jamur apa? Bagi masyarakat Jawa yang pernah hidup sebagai anak – anak pada zaman yang dulu pastilah mengenal kalimat itu. Itu adalah kalimat yang dinyanyikan saat permainan atau dolanan bocah jamuran. Setelah lagu selesai dinyanyikan, maka anak yang berada di tengah lingkaran akan menjawab, misalnya “aku njaluk jamur kendi borot”. Maka, semuanya pun harus berubah menjadi jamur yang diminta, jika tidak mengikuti perintah maka anak tersebut dianggap kalah dan harus menjadi orang yang berdiri di tengah menggantikan temannya yang tadi. Permainan ini pun biasanya akan diulang terus-menerus hingga lelah.

Jamuran hanyalah satu di antara sekian dolanan bocah atau permainan tradisional di Jawa. Selain jamuran, setiap sore anak-anak juga memainkan berbagai dolanan mulai dari Jitungan (petak umpet), Yeye (lompat tali), Gobak Sodor, hingga Jamuran. Bulan purnama akan menemani mereka bermain hingga larut malam. Begitu asyiknya. Sayangnya, permainan seperti itu sudah mulai terlupakan. Sudah jarang ditemui di era sekarang, sekelompok anak kecil bermain permainan tradisional di tanah lapang.

Alvano, dari Forum Anak Daerah (FAD) DIY menyebut, lahan bermain yang sudah jarang ditemui di lingkungan perumahan membuat anak-anak tidak lagi bisa bermain bersama. Hal ini mendorong mereka untuk beralih ke permainan modern seperti game pada gadget. Selain itu, dunia masa kecil anak, kata Alvano sudah beralih ke dunia maya lewat social media, seperti facebook, dan twitter.

Sebut saja Gilang, anak kelas 1 SD Kentungan Sleman ini setiap harinya lebih banyak menghabiskan waktu dengan game HP. Diapun sangat akrab dengan game-game yang ia bisa unduh dari internet. Jangan ditanya tentang jamuran, gobak sodor, atau jitungan, karena ia tak akan mengenalnya. Gilang hanya salah satu dari sekian anak yang tidak lagi mengenal permainan tradisional.  (Andi)

Check Also

Program Pendidikan Karakter Tingkatkan Peran Kepala Sekolah

Program Pendidikan Karakter Tingkatkan Peran Kepala Sekolah

Edupost.id- Menteri pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah menguji coba program Penguatan Pendidikan Karakter …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *