Jumat , 20 Oktober 2017
Home / Poleksosbud / Perppu Kebiri Tidak Efektif Atasi Kekerasan Seksual Anak
Korban kekerasan seksual anak
Ilustrasi. Korban kekerasan seksual anak

Perppu Kebiri Tidak Efektif Atasi Kekerasan Seksual Anak

Edupost.id, Bandung – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 yang berisikan tentang penerapan hukuman kebiri bagi pelaku. Perppu tersebut dinilai sejumlah kalangan tidak efektif mengatasi masalah kekerasan seksual anak.

Baca: Hukuman Kebiri, Masyarakat Lebih Pilih Hukuman Mati

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetiyani Heryawan menilai, perppu tersebut belum secara langsung memberikan perlindungan kepada korban. Perppu itu, lanjutnya, hanya menyasar pada titik hilir (pasca kejadian), belum sepenuhnya menyasar pada faktor pemicu terjadinya kejahatan seksual.

“Jadi ketika kita bicara Perppu ini, maka memang ini hanya berbicara proses hukum pada pelaku kejahatan seksual,” jelas Netty saat menjadi pembicara dalam acara seminar di Unpad.

Untuk upaya pencegahan kekerasan seksual yang tepat, Netty menyarankan, adanya revisi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan. Selain itu, perlu adanya perbaikan kebijakan dan program dalam berbagai lingkungan, seperti keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, dan media.

Netty menjelaskan, pentingnya peran keluarga. Jika delapan fungsi keluarga benar-benar dijalankan, maka berbagai perilaku menyimpang bisa dicegah sejak dini. Keluarga seharusnya paling mengetahui tentang tumbuh kembang dan perubahan yang terjadi pada anggota keluarganya, termasuk anak-anak mereka.

“Kita harus mengembalikan persoalan kejahatan seksual itu pada fungsi keluarga,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Guru Besar Psikologi Sosial Unpad, Zulrizka Iskandar. Ia mengatakan, akar permasalahan kejahatan seksual ada pada keluarga. “Pendidikan di rumah sangat penting, ini adalah akar masalahnya,” ucapnya.

Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter anak, setidaknya hingga usia 12 tahun, dimana orang tua harus dapat memberikan pendidikan moral, agama, dan tentang aturan kehidupan yang dihadapi. Hubungan orang tua dan anak harus baik dan menyenangkan.

“Bagaimana pola asuh yang terjadi di keluarga, itulah yang sangat penting,” tuturnya. (Unpad/IK-SS)

Baca: Efek Hukuman Kebiri bagi Tubuh Manusia

Check Also

Kejahatan Seksual Mulai Menyasar Anak Laki-laki

Kasus Kejahatan Seksual Mulai Menyasar Anak Laki-laki

Edupost.ud – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menyebut, terjadi perubahan trend kasus kejahatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *