Selasa , 25 Juli 2017
Home / Poleksosbud / Prostitusi Anak di Bawah Umur, KPAI: Pemerintah Harus Turun Tangan

Prostitusi Anak di Bawah Umur, KPAI: Pemerintah Harus Turun Tangan

JAKARTA – Fakta miris kembali menimpa kalangan anak usia sekolah pasca kasus pesta perayaan ujian nasional. Tidak lama berselang setelah itu, polisi berhasil mengungkap kasus praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Hal yang sangat disayangkan, praktik prostitusi yang memanfaatkan sistem online ternyata sudah berjalan lama.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Susanto menegaskan, jangan sampai ada peluang sedikitpun anak usia sekolah menjadi korban prostitusi, termasuk prostitusi online.

“Guru, dinas pendidikan (Disdik), pelaku usaha harus ikut memproteksi mereka agar tak jadi korban,” tandasnya seperti dilansir Sindo, Senin (27/4/2015).

Susanto menggarisbawahi, pentingnya peran pemerintah mencegah terulangnya praktik ini. Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan karena praktik kejahatan ini sudah merusak masa depan para korban yang masih berada di usia sekolah.

“Sekolah harus banyak antisipatif terhadap tindakan tersebut. Jika tidak, keberlangsungan generasi bangsa bisa terancam masa depannya,” pungkas Susanto.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek dua kamar di tower Herbras (H) dan Jasmine (J) Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Menurut hasil penggerebekan itu, polisi menemukan enam perempuan di bawah umur yang dipekerjakan sebagai wanita tuna susila. Para korban prostitusi itu masih di bawah umur yaitu berusia dari 14, 16 dan 19 tahun. (IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *