Minggu , 22 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Remaja Terlibat Kekerasan Seksual, Ini Pencegahannya

Remaja Terlibat Kekerasan Seksual, Ini Pencegahannya

Edupost.id, Bogor – Kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini semakin banyak didalangi kaum remaja. Hal ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak, diantaranya dari lembaga pengembangan potensi remaja, IMAGO Indonesia. Syahrizal Rakhman, selaku Ketua Umum memaparkan tiga cara mencegah remaja agar tidak terlibat kekerasan seksual.

Ia menekankan, pentingnya peran orangtua dalam menjaga anak-anaknya sejak kecil agar saat usia remaja tidak terjerumus ke hal negatif termasuk terlibat kekerasan seksual. “Pertama, terkait dengan pendidikan yang dibangun di lingkungan keluarga si anak. Termasuk keharmonisan hubungan keluarga di rumah, antara ayah dan ibu yang menjadi contoh atau teladan utama bagi si anak,” ujarnya kepada Edupost.id.

Syahrizal mengungkapkan bahwa orangtua yang sering bertengkar dan berselisih, sangat besar kemungkinan dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Sehingga perilakunya saat remaja dan dewasa nanti rentan terhadap kekerasan.“Apabila lingkungan keluarga sudah kondusif, berikutnya orangtua pun harus memperhatikan bagaimana si anak bergaul di masyarakat atau lingkungan sekitar,” tegasnya.

Kedua, tambah Syahrizal, memilih tempat belajar perlu dilakukan secara seksama. Saat lingkungan atau pergaulan sudah tepat, maka dapat dipastikan anak tumbuh dengan baik. Sehingga karakter yang terbentuk sesuai dengan harapan orangtua.

Ketiga yaitu pengawasan yang baik dari orangtua. Pengawasan, tutur Syarizal, menjadi sesuatu yang riskan terhadap pengembangan karakter anak. Keterbatasan orangtua untuk mengawasi anak setiap saat menjadi masalah tersendiri. Tapi pengawasan dalam hal ini lebih kepada kemampuan dan kemauan orangtua untuk sekaligus dapat menjadi guru, teman, dan sahabat bagi anak.

“Mengingat remaja saat ini sudah tidak bisa diperlakukan secara otoriter oleh orangtuanya. Sudah harus berbeda pendekatan dibandingkan dengan jaman dahulu sehingga diharapkan si anak nantinya akan memiliki kesadaran dan pengawasan diri sendiri yang baik,” katanya.

Pengawasan, tambah Syahrizal, juga termasuk dalam penggunaan media. Terutama media online yang mudah diakses anak. Orangtua wajib memberikan batasan yang dapat dipahami dengan baik kepada anaknya. Jika semua cara tersebut dapat diaplikasikan dengan baik, maka kekerasan anak dapat dihindari. (Nisa)

Check Also

Resep Burger Mi Instan

Resep Unik, Burger Mi Instan

Edupost.ID- Jika bosan menghidangkan mi instan dalam bentuk yang biasa, coba untuk kreasikan mi instasn …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *