Kamis , 30 Maret 2017
Home / Poleksosbud / RUU Miras, Fahira Idris: Sanksi Maksimal 15 Tahun Penjara

RUU Miras, Fahira Idris: Sanksi Maksimal 15 Tahun Penjara

Edupost.id, Jakarta – Rancangan Undang Undang Minuman keras (RUU Miras) segera diresmikan. Undang Undang tersebut berisi aturan tegas produksi, distribusi, dan konsumsi segala jenis miras. Sanksi yang dikenakan maksimal 15 tahun penjara bagi yang melanggar. Demikian penilaian dari Wakil Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris dalam akun media sosialnya, twitter, (24/5).

“Sahabatku, kita sepakat kan ya untuk Jaga NKRI. Kemarin kita sudah Save Perda Miras, hari ini saya mau ajak seluruh masyarakat untuk bulan Juni 2016, jika tak ada aral melintang dan Pansus RUU LMB @DPR_RI Konsisten dengan janjinya,” tulisnya dalam akunnya.

Fahira mengungkapkan, salah satu permasalahan miras yaitu tidak ada efek jera bagi pelaku. Hal tersebut karena sanksi yang diterima sangat ringan. Dalam RUU Miras, sanksi yang diberikan maksimal 15 tahun penjara dengan denda miliaran bagi mereka yang memproduksi, mendistribusi, dan mengkonsumsi sehinga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Sebuah aturan yang hanya membolehkan alkhohol untuk kepentingan terbatas (farmasi, ritual agama, adat, wisata) dan diawasi ketat. Kekecualian untuk wisata memang masih debatebel. Tidak ada relasi antara larangan minol (minuman beralkohol) dengan jumlah wisatawan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya UU Miras, negara wajib melakukan sosialisasi, edukasi, dan rehabilitasi. Hal tersebut untuk mencegah dan menyembuhkan rakyat dari efek miras. Sebelumnya pembahasan RUU cukup sulit karena banyak kepentingan yang bisnisnya terganggu.

“Sudah cukuplah kerusakan yang mereka sebabkan selama ini!,” tegasnya.

Fahira mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal agar di akhir nanti kata “larangan” tetap menjadi tajuk RUU Miras. Ia berharap, Pansus RUU LMB konsisten mempertahankan bahkan menguatkan pasal dalam RUU Miras. Kata “larangan” penting dipertahankan meskipun miras masih dibutuhkan untuk kepentingan tertentu. (Nisa)

Check Also

Pemerkosa 58 Anak, Fahira Idris: Hukuman Mati atau Seumur Hidup

Edupost.id, Jakarta – Kasus dugaan perkosaan terhadap 58 anak yang dilakukan seorang pengusaha di Kediri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *