Minggu , 22 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Santoso Diduga Tewas, ICMI: Warga Poso Butuh Ketenangan
Santoso-Diduga-Tewas-ICMI-Warga-Poso-Butuh-Ketenangan
Ketua ICMI, Jimly Asshiddiqie. (Foto: icmijabar)

Santoso Diduga Tewas, ICMI: Warga Poso Butuh Ketenangan

Edupost.id – Pimpinan kelompok teroris di Poso, Sulawesi Tengah, Santoso alias Abu Wardah diduga tewas dalam baku tembak oleh Satgas Tinombala di hutan Poso. Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengatakan agar operasi Tinombala segera dihentikan karena warga Poso membutuhkan ketenangan.

“Selain itu, Jika target utama yakni Santoso, benar-benar meninggal dunia, maka Operasi Tinombala mesti segera dihentikan. Sebab rakyat Poso butuh ketenangan lahir batin. Masyarakat butuh hidup normal dalam aspek ekonomi dan lainnya. Yang lebih penting lagi, masyarakat Poso tidak ingin daerahnya dilabeli basis teroris terus-menerus,” ujar Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie dalam siaran pers.

ICMI, lanjutnya, mengapresiasi upaya pemberantasan teroris yang dilakukan oleh satgas gabungan TNI-Polri itu, sekaligus berharap agar kedepannya tidak ada teroris baru yang muncul di Indonesia. Setelah tim identifikasi memastikan kematian Santoso, pemerintah harus menjadikannya momentum untuk mencegah munculnya teroris lainnya baik akibat ketidakadilan di masyarakat maupun karena lemahnya penegakan hukum.

“Artinya, seharusnya jangan ada lagi pembiaran bagi pihak tertentu untuk sengaja menciptakan “Santoso baru” dengan narasi berlebihan agar “drama war on terrorism” terus berjalan dengan tujuan politik atau yang lainnya,” tegasnya.

Hal lain menurut Jimly, pemerintah mempunyai tantangan besar ke depan jika Santoso tewas. Pemerintah diharapkan mengedepankan sikap menjauhkan orang dari aksi kekerasan ketimbang penindakan untuk urusan penanggulangan terorisme. Karena itu, butuh tindakan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di Indonesia serta peningkatan kesejahteraan di masyarakat agar mereka tak mudah masuk dalam pusaran terorisme.

“Kami mengapresiasi kerja TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala, yang telah bekerjakeras berbulan-bulan menumpas terorisme dan menembak terduga teroris Santoso. Meski demikian, untuk kepastiannya tetap kita harus tunggu pengumuman resmi dari pihak berwajib,” ungkapnya.

Menurutnya, ICMI dengan berbagai program pengembangan ekonomi kerakyatan siap untuk mendegradasi radikalisasi ditengah masyarakat dengan kerja nyata. “Kita ada program Desa Emas, Toko ICMI, Koperasi ICMI, Sekolah Interpreneur dan lainnya yang segera digulirkan ke masyarakat. ICMI berharap, semua program itu akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi kesenjangan yang terjadi akibat pembangunan yang belum merata,” ujar Jimly. (ICMI/Nisa)

Check Also

Vaksin-Plasu-ICMI-Rugikan-Generasi-Muda

Vaksin Plasu, ICMI: Rugikan Generasi Muda

Edupost.id – Banyaknya vaksin palsu yang terungkap beredar di sejumlah Rumah Sakit telah meresahkan masyarakat. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *