Minggu , 11 Desember 2016
Home / Poleksosbud / Sekolah Bogor Hadiri Sosialisasi Kaulinan Urang Lembur 2016
Sekolah Bogor Hadiri Sosialisasi Kaulinan Urang Lembur 2016
Sekolah Bogor Hadiri Sosialisasi Kaulinan Urang Lembur 2016

Sekolah Bogor Hadiri Sosialisasi Kaulinan Urang Lembur 2016

Edupost.id – Sebanyak empat puluh sekolah di Bogor menghadiri sosialisasi Kaulinan Urang Lembur 2016 di Gedung Kemuning Gading, Selasa (29/11). Acara yang bertujuan melestarikan permainan tradisional ini dibuka oleh penampilan drama musikal SMP PGRI 2 Kota Bogor.
“Senang datang ke acara ini. Aku juga sering main permainan tradisional,” kata Alya, salah satu siswa Sekolah Dasar Papandayan. Alya menyampaikan, dirinya lebih menggemari mainan tradisional dibandingkan bermain handphone.
Acara dilanjutkan dengan pemberian materi bertema Kaulinan Barudak Sunda oleh Taufik Ampera. Sebelumnya, para siswa yang hadir menyanyikan lagu Ayang-Ayang Gung yang merupakan lagu tradisional dari Jawa Barat.
Apip Supriadi selaku Kabid Ekonomi Kreatif menjelaskan, saat ini banyak permainan tradisional yang dahulu sering ditemukan di kampung-kampung sudah banyak dilupakan. Ia menilai kemajuan zaman dan arus globalisasi membuat permainan tradisional menjadi semakin ditinggalkan. “Anak-anak sekarang lebih suka bermain gadget, melalui acara ini diharapkan anak-anak kita mencintai permainan tradisional lagi,” ujar Apip.
Kaulinan tradisional mengandung banyak nilai filosofi yang dapat dipelajari dan mampu mengikat masyarakat tingkat bawah maupun masyarakat tingkat atas dalam satu-kesatuan tanpa merasa adanya perbedaan. Selain itu juga mampu untuk menumbuhkembangkan kekreatifitas dan cara bersosialisasi anak-anak untuk bersikap dan bertutur.
“Contohnya saja paciwit-ciwit lutung, permainan ini mengajarkan anak-anak kita untuk bisa merasakan penderitaan orang lain,” jelas Shahlan Rasyidi, Kepala Disbudparekraf Kota Bogor. Kaulinan Urang Lembur merupakan salah satu program pelestarian kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat baik tingkat provinsi maupun tingkat kota dan kabupaten. Melalui kegiatan ini diharapkan permainan tradisional tidak tergerus oleh zaman. (PemkotBogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *