Kamis , 25 Mei 2017
Home / Poleksosbud / Vaksin Palsu, KPAI: Pelaku Dihukum Seberat-beratnya
Vaksin-Palsu-KPAI-Pelaku-Dihukum-Seberat-beratnya
Ilustrasi. Vaksin (foto: emmazei)

Vaksin Palsu, KPAI: Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Edupost.id – Terungkapnya kasus penjualan vaksin palsu, turut mendapat tanggapan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pihak KPAI menilai, pelaku penjualan vaksin palsu ini pantas dihukum sebarat-beratnya. Aparat Kepolisian dan Kementerian Kesehatan juga diminta untuk mengusut tuntas kasus ini hingga akar-akarnya.

“Peredaran vaksin palsu merupakan bentuk kejahatan serius. Pelaku pantas dipidana sebarat-beratnya. Siapapun orang terlibat perlu diusut tuntas. Tak boleh, ada orang mengais rezeki atas nama kesehatan, tapi justru mengancam keselamatan orang,” jelas Susanto, Wakil Ketua KPAI.

Susanto menyebut, praktik ini harus benar-benar menjadi perhatian serius bagi Kementerian Kesehatan. Hasil investigasi terkait keterlibatan rumah sakit (RS), apotik dan bayi terindikasi diberi vaksin palsu ditunggu publik. Terlebih peredaran vaksin palsu ini sudah berjalan selama 13 tahun.

“Kementerian Kesehatan harus benar-benar melakukan investigasi untuk memastikan rumah sakit mana, apotik mana, daerah mana dan bayi dimana saja yang terindikasi menggunakan vaksin palsu,” terangnya.

Atas peristiwa ini, pihaknya mengajak semua pihak agar lebih waspada dan segera berbenah melindungi anak dari vaksin palsu. “Dengan terkuaknya kasus ini, saatnya berbenah untuk melindungi anak dari vaksin palsu,” kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri menangkap 10 orang pemalsu vaksin. Hasil pengembangan mengungkap tiga kelompok produsen vaksin palsu yang tidak saling mengenal satu sama lain. Vaksin palsu itu didistribusikan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.  (KPAI/IK-SS)

Check Also

Ketua KPAI Asrorun Niam

Buku Anak Bermuatan Porno, KPAI akan Panggil Penerbit

Edupost.Id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pihaknya akan memanggil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *