Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Achmad Solihin, Peraih Student AwardSchweighofer Prize 2017
Achmad Solihin, Peraih Student AwardSchweighofer Prize 2017
Achmad Solihin, Peraih Student AwardSchweighofer Prize 2017

Achmad Solihin, Peraih Student AwardSchweighofer Prize 2017

Edupost.id – Achmad Solikhin, mahasiswa Fakuktas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) memenangkan Student AwardSchweighofer Prize 2017, di Austria. Penghargaan bergengsi sektor kehutanan Eropa tersebut diperuntukan bagi inovator muda dunia.

Ajang tersebut melibatkan pebisnis kayu terkenal dari 44 negara. Kemudian, untuk student award ada 36 perguruan tinggi di seluruh dunia yang berpartisipasi. Namun, hanya perwakilan dari enam perguruan tinggi yang masuk nominasi calon pemenang.

Achmad mengaku, sempat minder karena melihat saingannya yang berasal dari kampus-kampus ternama dunia, yakni ETH Zurich, Pennsylvania;University British Columbia; Tokyo University; NCSU; dan Toronto University. Dalam ajang penghargaan tersebut, Achmad mengangkat sebuah riset dari kayu superhidrofobik, seperti lotus dan talas. Dalam riset tersebut Achmad berupaya meningkatkan kekuatan kayu dengan impreganansi menggunakan material nano.

“Sebenarnya itu adalah ide riset, belum terimplementasikan sebelumnya. Itu dulu bagian disertasi yang dihapus saat sidang komisi, hanya saja tambahannya adalah superhidrofobik. Tapi alhamdulillah dinilai aplikatif dan scientific applicable untuk industrial kehutanan dunia ke depannya, yang disampaikan oleh juri-juri ahli Eropa,” paparnya saat ditanya soal gagasannya tersebut.

Gagasan kayu superhidrofobik ini dilatarbelakangi oleh kayu di Indonesia yang cepat tumbuh, memiliki sifat inferior sehingga perlu ditingkatkan kekuatannya dengan menggunakan nanoteknologi. Kayu Superhidrofobik memiliki karakterisasi sudut kontak lebih dari 150 derajat (receding and advancing contact angle), sudut histerisis kurang dari 10 derajat, memiliki kekasaran permukaan ukuran nano dan mikro kasat mata, serta energi permukaan yang rendah sehingga ketika air didrop atau dijatuhkan ke kayu maka akan menggelinding.

Achmad Solikhin menuturkan, semangat melakukan inovasi ini karena ia mengaku haus akan ilmu dan hal-hal baru. “Selain itu, sebagai mahasiswa kehutanan, hutan perlu dijaga dan dilestarikan untuk kepentingan altruistic, selain masalah perubahan iklim, dan lain-lain,” terangnya. (IK-SS)

 

Check Also

Mahasiswa Unpad Raih Prestasi di AMUNC Hongkong

Mahasiswa Unpad Raih Prestasi di AMUNC Hongkong

Edupost.id – Dua mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) meraih prestasi di Asia-Pacific Model United Nation Conference (AMUNC), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *