Kamis , 23 Maret 2017
Home / Prestasi Pemuda / Beton Retak Kembali Utuh, Berkat Temuan Mahasiswa Ini

Beton Retak Kembali Utuh, Berkat Temuan Mahasiswa Ini

BANDUNG – Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), Rhesa Avila Zainal, menemukan inovasi baru di bidang infrastruktur yakni Semen Hidup. Penemuan itu menjadi salah satu karya yang ditampilkan dalam ITB Innovators Move 2015.

Rhesa melihat salah satu permasalahan serius di Indonesia, yakni infrastruktur jalan yang sangat mudah rusak akibat digerus air dan banjir. Ia juga prihatin dengan besarnya anggaran yang dihabiskan untuk perbaikan jalan raya di Indonesia, misalnya di sepanjang jalur pantura (pantai utara) yakni sebesar Rp 1,7 triliun per tahun. Kemudian, biaya perbaikan jalan yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta yang mencapai Rp 250 miliar per tahun.

“Biaya yang diperlukan untuk perbaikan jalan begitu besar. Karena itu, saya mengajukan karya inovasi semen hidup untuk menekan biaya renovasi, bahkan menghapusnya,’’ tandas Rhesa.

Mahasiwa yang mengambil Program Studi Teknik Kimia ini lantas bereksperimen memasukkan mikroorganisme tipe bacillus ke dalam campuran semen sebagai bahan baku pembuatan beton. Bakteri tersebut dipilih karena bisa mengeluarkan kotoran berupa zat kapur, sama dengan bahan baku semen.

Jika mendapati lingkungan yang tidak cocok, mikroorganisme ini akan menjadi spora atau ‘mati suri’ dan akan hidup lagi pada kondisi yang sesuai. Rangsangan yang efektif untuk membuat mikroba tersebut hidup lagi adalah air hujan.

Dengan demikian, bila ada beton yang terbuat dari campuran semen dan bakteri bacillus yang retak, dengan bantuan guyuran hujan, retakan beton tersebut akan tertutup kembali setelah bakteri bacillus hidup lagi.

Rhesa menjelaskan bahwa untuk mendapatkan hasil semen hidup yang maksimal, ada takaran ideal antara jumlah semen dan mikroba bacillus. Menurutnya, setiap satu meter kubik semen idealnya dicampur dengan 15 kg bakteri bacillus.

Penemuan Rhesa memang belum sempurna dan masih di permukaan. Namun, karyanya itu diapresiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung. Bahkan, Hipmi merekomendasikan karya Rhesa ini diproduksi secara massal. (ITB/IK-SS)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *