Rabu , 26 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Dhimas, Siswa Tunagrahita Penyumbang Medali Emas

Dhimas, Siswa Tunagrahita Penyumbang Medali Emas

Edupost.ID – Saat prestasi olahraga nasional memburuk, kabar baik justru datang dari ajang Special Olympics World Games 2015 yang diikuti atlet-atlet tunagrahita negeri ini. Salah satu atlet tersebut berasal dari Yogyakarta, Dimas Prasetyo. Tak tanggung-tanggung, ia menyumbang tiga medali emas untuk Indonesia di ajang bergengsi internasional ini.

“Nggak nyangka,” kata Dhimas yang ditemui Edupost.ID usai kirab dan talkshow “Apresiasi Sang Juara” di SLB Pembina Yogyakarta.

Sekilas Dhimas terlihat seperti atlet-atlet pada umumnya yang tinggi semampai, tegap, dan bugar. Pelajar usia 19 tahun ini telah menekuni cabang olahraga bulutangkis sejak SD. Saat kecil, orang tuanya mengamati bahwa ia anak yang aktif bergerak.

Diceritakan oleh ibunya, Dhimas suka bersepeda di pinggir got hingga jatuh. Lebih ekstrem lagi ia bersepeda di perosotan. Ayahnya melihat Dhimas sering luka selepas pulang dari bermain sepakbola. Kemudian kedua orang tua Dhimas mengarahkannya ke klub bulutangkis.

Dari sanalah Dhimas belajar dasar-dasar bulutangkis. Ia menyukainya hingga kelas XI saat ini. Bahkan ketika latihan di klub libur, orang tuanya harus menyiapkan bola kertas yang diikat tali untuk dipukul layaknya permainan bulutangkis.

Karena mempunyai bekal dari klub, Dhimas kerap mengikuti kejuaraan bulutangkis, diantaranya O2SN, POPCANAS, SO, dan lainnya. Ke depannya ia juga masih ingin mengikuti perlombaan serupa.

Dengan mengikuti Special Olympics World Games ini, ia mengaku senang karena mendapat banyak teman dari luar negeri. Beberapa kali ia diajak berfoto bersama dengan artis.

Ada cerita menarik saat Dhimas sedang menuju olimpiade. Bulan Ramadhan hingga 1 Syawal ia sudah di Los Angeles, sehingga harus menghabiskan masa-masa lebaran tanpa orang tua. Hari ulang tahunnya pun harus dirayakan tanpa orang tua, karena ulang tahunnya tanggal 29 Juli. Sang ibu hanya bisa memberi ucapan dari jauh, yaitu tanggal 28 Juli dari Indonesia.

Dengan prestasinya itu, Dhimas mantap untuk melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Ia ingin jadi pelatih bulutangkis. Saat ini gelar asisten telah diberikan padanya di sekolah (SLB Pembina). Ke depan ia berharap bisa kuliah di UNY.

Dhimas berpesan pada adik-adik kelas yang ingin mengikuti jejaknya, “yang memiliki kekurangan jangan menyerah. Tetap berusaha, latihan, jangan mengeluh sama pelatih.”  (Nurfi)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *