Kamis , 14 Desember 2017
Home / Prestasi Pemuda / Dian: Akademis, Non Akademis, Sampai Mapres (bagian 2)

Dian: Akademis, Non Akademis, Sampai Mapres (bagian 2)

Edupost.ID, Yogyakarta – “Sadari bahwa kita adalah mahasiswa”. Demikian pesan mahasiswi yang pernah menjadi juara I Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional “MuslimahWarnaiDunia” tahun 2014 ini.

Di luar sana banyak yang ingin menjadi mahasiswa, tapi tidak bisa karena suatu sebab. Kita yang sudah diberi kesempatan sebaiknya menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Tak sedikit mahasiswa yang kuliah-kafe kuliah-kafe atau kuliah-dugem kuliah-dugem. Padahal di luar sana banyak orang yang butuh uluran tangan kita.

Dian menjelaskan, ketika melihat kemiskinan misalnya, kita bisa membuat komunitas roti. Mengumpulkan banyak roti untuk dibagikan kepada orang-orang agar bisa makan. Ketika melihat banyak sampah, kita bisa membuat komunitas pemungut sampah.

Meskipun telah melakukan banyak hal, Dian sangat rendah hati dengan mengatakan bahwa dia belum berbuat banyak.

“Ketika lulus baru berkontribusi itu telat,” ujar wanita yang juga founder film indie soal difabel.

Lanjutnya, ketika lulus mungkin kita akan fokus pada diri sendiri. Mumpung masih mahasiswa, masih hidup, lakukan banyak hal. Dian yang berasal dari keluarga yang tidak sempurna saja bisa melakukan banyak hal. Apalagi kawan-kawan yang latar belakang keluarganya baik-baik saja. (Nurfi)

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *