Jumat , 26 Mei 2017
Home / Prestasi Pemuda / Eva Veedya Menunda Skripsi 3 Bulan untuk Beasiswa (Bagian 2)

Eva Veedya Menunda Skripsi 3 Bulan untuk Beasiswa (Bagian 2)

Edupost.ID, Yogyakarta – Setelah sempat mengalami disonansi kognitif (baca: ragu) karena belum pernah mendengar tentang beasiswa itu, Eva akhirnya menuju ke konsonansi (keyakinan). Website beasiswa itu ternyata milik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Beasiswa itu adalah bentuk program pengayaan pengajar mengajar di luar negeri di singapura selama 3 bulan. Karena bekerjasama dengan Kedutaan Republik Indonesia, maka biaya akomodasi, tinggal, uang saku, dan lain-lain ditanggung instansi dari pemerintah.

Terdapat seleksi ketat untuk berhasil memenangkan beasiswa ini. Dari mahasiswa-mahasiswi UNY yang mendaftar, hanya 4 yang diambil. Mahasiswa itu memenuhi persyaratan: mahasiswa UNY aktif dengan menyertakan rekomendasi dari kajur dan dekan; mahasiswa dengan jurusan kependidikan, toefl minimal 450; IPK minimal 3,25 dibuktikan dengan transkrip nilai; nilai PPL; micro minimal B; membuat lesson plan dalam Bahasa Inggris; dan surat keterangan sehat.

Eva saat itu masih di rumahnya (Magelang). Kemudian meminta izin kepada bapaknya. Tapi resikonya besar, Eva harus menunda skripsi selama 3 bulan. Pada akhirnya, bapak Eva memperbolehkan. Maka segera tancap gas, semua syarat harus segera lunas.

Hujan sedang turun saat Eva meluncur ke Jogja. Peluhnya bercampur dengan air hujan. Derasnya doa bersaing dengan derasnya hujan. Eva berdo’a agar urusan-urusannya dilancarkan.

Sesampainya di Jogja, semua orang yang harus ditemui Eva telah tersedia. Kajur dan dekan bisa ditemui dengan mudah. Semua persyaratan tepat diselesaikan pada jam 15.00 WIB.

Singkat cerita Eva lolos ke tahap wawancara. Di sana bertemu dengan teman-teman yang hebat-hebat. Eva merasa tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Ketika berkenalan dengan mereka, didapati bahwa mereka sering juara hingga tingkat nasional, bahkan internasional. Tapi Eva tak pesimis. Optimis dan serahkan semua pada Allah.

“Subhanallah perjuangan yang luar biasa. Sujud syukur kepada Allah Sang Maha Kuasa. Kami berempat yang lolos program PPM) diberi pembekalan selama 4 hari dan 2 hari. Setelahnya berangkat ke Singapura.”

Akhirnya mimpi itu terwujud. Eva berhasil ke luar negeri untuk menimba ilmu, sebelum ia lulus. Jika saat itu Eva tak berani mencoba, tak nekat, mungkin saat ini dia masih menunggu kesempatan kedua.(Nurfi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *