Jumat , 28 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Farel, Siswa Tuna Netra Juara OSN Matematika
Farel-Siswa-Tuna-Netra-Juara-OSN-Matematika
Farel Farel Siswa Tuna Netra saat Mengikuti PLH di SMAN 3 Yogyakarta.

Farel, Siswa Tuna Netra Juara OSN Matematika

Edupost.id – Penampilannya yang tampak paling berbeda di antara teman – temannya membuat siswa ini amat mudah dikenali. Berkacamata hitam dan tongkat di tangannya sudah menandakan bahwa ia seorang tuna netra. Dialah Alexander Farel Rasendriya Haryono, alumni SMP Putra Bangsa Klaten, Jawa Tengah yang kini menjadi siswa baru SMAN 3 Yogyakarta.

Tak bisa melihat bukan berarti tak bisa berprestasi. Inilah keyakinan yang dipegang kuat oleh Farel. Terbukti, putra pasangan Doni Haryono dan Emi Tri Ratnasari ini ternyata pernah meraih penghargaan Museum Rekor Indonsia (MURI)  atas rekor tuna netra cilik yang mampu mengoperasikan 14 program komputer. Tidak hanya itu, ia juga tercatat menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional pada mata pelajaran Matematika.

”Memang suka pelajaran Matematika sejak kecil. Selain itu, suka mengoperasikan komputer. Jadi semangat kalau sudah mempelajari dua mata pelajaran ini,” kata sulung tiga bersaudara ini.

Meski harus berjalan menggunakan tongkat, Farel sama sekali tak berkecil hati. Bahkan teman-teman barunya turut menuntun langkahnya ketika menjadi peserta Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMAN 3 Yogyakarta.
“Asal persiapan matang, sesungguhnya semua anak bisa masuk ke sini (SMA N 3 Yogyakarta),”  kata siswa kelahiran Yogyakarta, 23 Januari 2001 ini.

Siswa berkebutuhan khusus ini mengaku sudah mengalami tuna netra sejak usia lima tahun. Meski begitu, Farel tak menganggap ini sebagai musibah. Justru sebuah anugerah untuk menyemangati dirinya menjalani kehidupan.
“Tidak bisa melihat bukan berarti mematahkan semangat. Harus tetap mewujudkan cita-cita dan membuat keluarga bangga,” ujarnya.

Farel mengisahkan, penyakit Retinoblasma telah merenggut penglihatannya. Kanker yang menyerang bagian retina mata manusia ini menyerang penglihatannya sejak usianya masih 16 bulan. Awalnya hanya menyerang mata kiri dan merembet hingga mata kanannya. Sejak saat itu, ia terus melakukan kemoterapi hingga total tidak bisa melihat saat usia lima tahun.

Mendaftarkan diri di SMAN 3 Yogyakarta, Farel memiliki modal nilai UN yang tinggi. Nilai UN Farel 37,15, setelah digabungkan dengan nilai prestasi OSN maka nilai yang diraihnya adalah 38,35. Meski menyukai matematika, Farel justru mengaku akan mengambil jurusan IPS di SMAN 3 Yogyakarta. Ketika ditanya alasannya, Farel menjawab enteng, “kan matematika di IPS juga ada.” Memutuskan melanjutkan sekolah di Yogyakarta membuat Farel harus berangkat pagi-pagi dari rumahnya di Klaten. Sebab untuk saat ini, dia belum menetap di Yogyakarta.

”Untuk sementara masih nglaju dari rumah di Klaten. Ini tadi berangkat dari rumah jam 05.30 pagi. Rencana ke depan mau tinggal di rumah eyang di daerah Sorowajan,” jelasnya.

Sebagai seorang tuna netra, Farel mengaku tetap membutuhkan pendamping khusus selama belajar. Untuk membantu kelancaran proses belajarnya, sejumlah persiapan juga telah ia susun.  ”Dulu waktu di SMP pakai laptop yang dilengkapi aplikasi audio. Nantinya disini mau diterapkan seperti itu. Untuk saat ini Mama, baru cari untuk pendamping selama bersekolah,” ujar siswa yang bercita-cita jadi pengacara ini. (Andi)

Check Also

Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)

Mahasiswa UNS Ciptakan Aplikasi Bimbingan Belajar Cariles

Edupost.ID- Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, berhasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *