Senin , 23 Oktober 2017
Home / Prestasi Pemuda / Fiqki Rahmawati, Mahasiswa Peraih Best Diplomacy Award LIMUN
Fiqki Rahmawati LIMUN
Fiqki Rahmawati mahasiswa peraih Best Diplomacy Award LIMUN

Fiqki Rahmawati, Mahasiswa Peraih Best Diplomacy Award LIMUN

Edupost.id, Sleman – Bagi Fiqki Rahmawati Fauziah, menginjakkan kaki di Inggris adalah pengalaman pertamanya berkunjung ke luar negeri. Kebahagiaannya semakin lengkap setelah ia berhasil meraih gelar Best Diplomacy Award dalam ajang London International Model United Nations (LIMUN) 2016.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada delegasi yang dinilai memiliki pengetahuan luas tentang diplomasi, penguasaan isu diskusi, serta kemampuan negosiasi dan mediasi yang tinggi. Pada ajang itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran UII itu telah membuktikan diri mampu memberikan ide kreatif sebagai solusi masalah lingkungan di dunia.

Acara yang diselenggarakan di Imperial College, Kengsington, London pada 26-28 Februari itu menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu berbicara di antara 1.600 mahasiswa yang berasal dari berbagai negara di dunia. Bahkan, dengan kemampuan diplomasi yang dimilikinya, Fiqki menjadi mahasiswa Indonesia pertama yang mampu meraih penghargan bergengsi dalam sejarah penyelenggaraan LIMUN.

LIMUN merupakan ajang simulasi sidang Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tahunan yang digelar di London, sekaligus wadah pemuda dari seluruh penjuru dunia untuk belajar menjadi seorang diplomat. Masing-masing peserta bertindak mewakili negara tertentu.

Dikatakan Fikqi, sungguh tidak mudah baginya untuk mendapat penghargaan itu. Terlebih, di ajang itu mahasiswa cantik asal Cilacap Jawa Tengah itu harus mewakili Myanmar, sebuah negara yang tak terlalu ia kenal sebelumnya. Fiqki dituntut mampu memahami masalah, bernegosiasi, dan mediasi memecahkan suatu persoalan dengan ide kreatif. Kemudian dituangkannya dalam resolusi untuk dipilih dan diterapkan pada negara bersangkutan.

“Sebelumnya saya harus belajar tentang Myanmar, perekonomiannya, angka kemiskinannya, dan permasalahan – permasalahannya,” ungkap mahasiswa peraih beasiswa BMU UII itu.

Selama simulasi sidang, Fiqki tergabung dalam Komite Lingkungan PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP) bersama 60 delegasi negara lain. Komite tersebut banyak membahas isu lingkungan hidup, seperti energi hijau, perubahan iklim, dan ekonomi ramah lingkungan. Selanjutnya, para peserta sidang harus membuat solusi terhadap permasalahan yang muncul. Misalnya, membuat kebijakan/peraturan, program dan kampanye dalam menjalankan green economy di seluruh dunia.

Sebelum berangkat ke London, Fiqki memang telah mempersiapkan matang segala sesuatunya. Dia aktif mengikuti pelatihan yang diselenggarakan UII MUN Association, sebuah organisasi yang berfungsi mempersiapkan calon delegasi MUN dari UII. Fiqki harus mengikuti pelatihan selama tiga bulan di UII MUN.

Diakui Fiqki, kemampuan berbahasa Inggris menjadi modal penting bagi delegasi LIMUN, termasuk baginya. Kemampuan berbahasa Inggris memang telah dimiliki oleh dara cantik ini sejak masih duduk di bangku SMAN 1 Cilacap. “Saat itu saya masuk ekskul English Debate,” katanya. Sejak saat itu, kemampuan bahasa Inggrisnya makin terasah.

Ditanya perasaannya ketika mendapat gelar preatisius Best Diplomacy Award, gadis 18 tahun itu menjawab, “Saya justru tidak percaya ketika mendengar pengumuman itu,” ujarnya. (Andi)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *