Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Prestasi Pemuda / Hilya, Siswi SMP Peraih Medali Emas IJSC 2015

Hilya, Siswi SMP Peraih Medali Emas IJSC 2015

Edupost.ID, Jakarta – Menjadi juara tingkat Internasional bagi seorang pelajar tidaklah mudah. Hal tersebut yang dirasakan oleh siswi SMPI Al Azhar 8 Bekasi, Hilya Nadhira Iman. Ia berhasil meraih medali emas pada Internasional Junior Science Olympiade (IJSC) 2015 di Korea Selatan.

Pelajar kelas sembilan ini telah membuktikan bahwa untuk berprestasi itu memang tidak mudah, tapi selama ada kemauan dalam belajar siapapun akan bisa meraihnya. Hal itu ia buktikan dengan menjuarai olimpiade tingkat internasional. Hilya merupakan salah satu siswi berprestasi SMPI Al Azhar 8. Kecintaanya kepada dunia Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mengantarkannya kepada kompetisi tingkat dunia dan meraih medali perak hingga emas.

“IPA itu menarik karena bisa melatih otak agar terus berpikir. Dari kecil suka membaca buku-buku tentang alam dan tertarik lomba sejak kelas 6 SD hingga sekarang,” ungkapnya kepada Edupost.ID, (16/12).

Anak kedua dari tiga bersaudara itu telah mengikuti berbagai kejuaraan diantaranya yaitu Internasional Mathematic Contes (IMC) tingkat internasional di tahun 2014 dan mendapat medali perak, Olimpiade Sains tingkat sekolah Al Azhar tahun 2014 meraih medali emas, Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2015 di Palu dan berhasil memperoleh perunggu, dan Internasional Junior Sains Olympiade (IJSC) berhasil menyabet medali emas tahun 2015.

Peserta dari Indonesia yang mengikuti lomba IJSC ini ada 12 peserta dari seluruh Indonesia, yang berasal dari DKI Jakarta, Cirebon, Bandung, Bekasi, Surabaya, Medan, Palu, dan Makasar. Total seluruh peserta IJSC ini ada 43 negara dan 150 orang turut berprestasi dalam lomba tahunan ini. Pelajaran yang dilombakan yaitu pelajaran IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Kepala Sekolah SMPI Al Azhar 8, Ida mengatakan proses untuk mewakilkan Hilya menjadi peserta lomba cukup panjang. Ia harus juara di tingkat provinsi dan mewakili kota Bekasi. Ia juga harus menjuarai OSN terlebih dahulu. Dari OSN, akan ada pemilihan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diikutsertakan ke dalam lomba tingkat internasional. Sekolah pun mengadakan seleksi untuknya.

Hilya yang bercita-cita ingin bekerja dibidang sains ini mengaku tidak merasa kesulitan membagi waktu antar belajar dan mengikuti lomba. Namun, kekhawatiran akan mendapatkan nilai yang kurang baik tetap dirasakan. (Reza)

Check Also

Cara Mengajarkan Anak Membaca Jam

Cara Mengajarkan Anak Membaca Jam

Edupost.id – Kemampuan membaca jam atau mengerti tentang konsep waktu merupakan salah satu hal penting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *