Jumat , 24 Maret 2017
Home / Prestasi Pemuda / Ibrahim, Delegasi YSEALI yang Usung Proyek Ulil Albab

Ibrahim, Delegasi YSEALI yang Usung Proyek Ulil Albab

Edupost.ID, Yogyakarta – Ibrahim Malik, mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang mewakili Indonesia di program Internasional YSEALI Academic Fellows 2015 di Amerika Serikat. Selama di negara tersebut, Ibrahim bersama 21 pemuda ASEAN digembleng mengenai kepemimpinan dan dituntut menguasai dan memecahkan permasalahan global dengan baik. Ia pun mengusung sebuah proyek yang dinamakannya “CLI Ulil Albab Project”.

“Alhamdulillah selama di Amerika saya mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman baru dari teman-teman pemuda ASEAN lainnya. Tiap hari kami berdiskusi bersama para pakar mengenai leading and organizing for the change in the South East Asia. Sehingga kami mampu saling bertukar pikiran dan saling berbagi inspirasi antara satu dengan yang lainnya,” ungkap Ibrahim, seperti keterangan tertulis yang disampaikan Humas UII kepada Edupost.ID.

Pengalaman yang  membuatnya sangat berkesan adalah semua peserta program YSEALI ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari aktifis HAM, Inter-faith, LGBT, jurnalis, guru, mahasiswa, psikolog, dll dengan pespektif background pendidikan dan agama yang berbeda-beda. Ibrahim menuturkan, saat peserta diberi satu kasus permasalahan, maka akan ada 21 perspektif jawaban yang berbeda – beda. Walaupun mereka memiliki latarbelakang yang berbeda-beda akan tetapi mereka tetap saling menghargai satu sama lain. Hal inilah yang menjadikan program YSEALI menjadi lebih berkesan.

Ibrahim menambahkan, para peserta melakukan ekspedisi maraton trip ke beberapa state di Amerika, mulai dari Georgia, Atlanta, Birmingham, Selma, Alabama, Montgomery, dan Washington D.C. Kegiatan itu bertujuan untuk memperkaya wawasan para peserta mengenai sejarah, politik, ekonomi, dan budaya Amerika.

Pada kesempatan itu para peserta berkunjung ke museum, tempat-tempat bersejarah, gedung parlemen, dan pusat kota. Mereka berkunjung ke Abraham Licoln Museum di Springfield, Marthin Luther King Museum, Smithsonian Museum, Holocaust Museum, Skydeck tower Chicago, Millennium Park, Kantor Voice of America, Newseum, Kantor Asia Foundation, dll. Lokasi terakhir yang di kunjungi peserta YSEALI adalah State Capitol dan White House untuk berdiskusi langsung dengan conggress representative mengenai isu-isu global yang sedang berkembang di dunia saat ini.

“Alhamdulillah saya dapat host family yang sangat baik dan familiar dengan Indonesia. Saya di ajak jalan-jalan keliling kota, pergi ke kebun apel, melihat hutan mapple, hingga nonton american football bersama. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga yang pernah saya alami selama ini,” terang pemuda yang kerap dipanggil Ibra tersebut.

Target dari program ini adalah membuat action plan project. Sepulangnya ke Indonesia Ia mengemban misi untuk mengimplementasikan project action plannya berdasarkan hasil observasi dan studinya di Amerika selama 5 minggu. Pada kesempatan ini Ibrahim membuat program ” CLI Ulil Albab Project “. Proyek itu telah ia presentasikan di Northern Illinois University yaitu tentang urgensi dalam memahami bahasa Inggris, Arab, dan wawasan Nusantara bagi generasi muda Indonesia, serta langkah Indonesia dalam kesiapannya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia. Program ini diharapkan mampu memberikan efek positif terhadap para pemuda Indonesia khususnya mahasiswa.

Ibrahim menyebutkan, misi dari project ini adalah untuk menghimpun dan mengajak para pemuda Indonesia khususnya mahasiswa untuk memiliki kemampuan khususnya di bidang linguistik dalam hal ini bahasa Arab-Inggris dan wawasan nusantara. Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat tahun 2030 nanti Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia. Persaingan global akan semakin sengit, dan masyarakat Indonesia dituntut untuk selalu siap dalam menghadapi kondisi yang demikian.

“Saya bercita cita nanti setiap pemuda Indonesia memiliki kemampuan bahasa Arab-Inggris, wawasan kebangsaan, dan global dengan baik . UII sebagai Institusi yang mengkader pemuda-pemuda ulil albab siap untuk memulai perubahan ini guna menyiapkan pemimpin masa depan yang progresif, intelek, agamis, dan Rahmatan lil alamin,” ujar mahasiswa angkatan 2012 Program Studi Arsitektur itu. (IK-SS)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *