Kamis , 21 September 2017
Home / Prestasi Pemuda / Ikrom, Mahasiswa IPB Peraih Penghargaan API 2015
Ikrom Mustofa mahasiswa FMIPA IPB Bogor, peraih penghargaan Santri Berprestasi Tingkat Nasional 2015 dalam ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015.

Ikrom, Mahasiswa IPB Peraih Penghargaan API 2015

Edupost.ID, Bogor – Ikrom Mustofa adalah mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) IPB Bogor, peraih penghargaan Santri Berprestasi Tingkat Nasional 2015 dalam ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, pada beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah, ngga nyangka sama sekali karena manjadi penerima award sekaligus mewakili jutaan santri di seluruh Indonesia,” tutur mahasiswa yang akrab disapa Ikrom kepada Edupost.ID, (31/15).

Peraih predikat santri terbaik ini mengalahkan santri lain dari asal jawa Timur dan kepulauan Riau. Ikrom, sebelumnya menjadi santri di Pesantren Teknologi Riau dan mendapatkan beasiswa santri dari Kemenag RI untuk melanjutkan studinya ke IPB Bogor. Kualifikasi yang diberikan oleh Kemenag RI dilihat berdasarkan daftar riwayat hidup dan kontribusinya di masyarakat.

Penghargaan tahunan yang diberikan oleh Kemenag RI bertujuan untuk mengapresiasi pendidikan islam di Indonesia. “Tidak hanya ketegori santri yang berprestasi, namun juga tokoh agama berprestasi, pejabat berprestasi dan lain-lain,” jelas Ikrom.

Ikrom juga aktif dalam berbagai komunitas di kampusnya. Seperti menjadi Wakil Direktur Community Student Scholar (CSS) atau komunitas penerima beasiswa santri IPB dan Wakil Direktur Unit Kegiatan Mahasiswa Forum for Scientific Studies (UKM Forces) IPB. Saat ikut dalam kegiatan UKM Forces IPB, ia memiliki karya dari hasil penelitiannya yang berjudul “Serial Komet: Permainan Kartu Interaktif Tanggap Fenomena Pemanasan Global.”

Mahasiswa asal Riau ini juga sempat meraih peringkat dua Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional 2015. Penghargaan sebelumnya diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) RI.

“Ibu dan bapak di rumah adalah sosok inspirasi yang selalu mendukung anaknya untuk terus berprestasi. Selain itu guru, ustadz, ustadzah, dosen, dan rekan-rekan sahabat. Saya tidak berarti apa-apa tanpa mereka semua,” terang Ikrom.

Ikrom menambahkan bahwa ia baru menyelesaikan skripsinya yang berjudul ‘Analisis Fenomena Gelombang Pasang Bono di Muara Sungai Kampar Riau’. Sementara ini ia fokus untuk mendaftar ke program master di belanda, mempersiapkan pengambian di pondok pesantren asalnya dan mengisi seminar motivasi.

“Just keep trying, reaching and dreaming,” ujar Ikrom. (Nisa)

Check Also

Dorong Inovasi Kewirausahaan, Kemdikbud Gelar FIKSI 2017

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Dasar dan Menengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *