Kamis , 21 September 2017
Home / Prestasi Pemuda / Jon, Atlet Anggar Peraih Penghargaan ISA 2015

Jon, Atlet Anggar Peraih Penghargaan ISA 2015

Edupost.ID, Depok – Menjadi atlet anggar bukanlah hal yang mudah bagi Fajar Galuh Rezcha, siswa 12 IPA SMAN 4 Depok. Berkat keahliannya, ia dianugerahi penghargaan kategori Innovative Intelligence, Outstanding Contribution oleh Edupost.ID Portal Pendidikan Indonesia.

“Acaranya memberi wawasan untuk para pelajar agar lebih banyak mencari ilmu. Sempat kaget, karena cuma saya yang terpilih dari ketiga orang perwakilan. Awalnya saya diberi informasi oleh  guru kimia di sekolah dan teman-teman mendukung,” ujar Fajar kepada Edupost.ID.

Jon, panggilan akrabnya adalah salah satu siswa berprestasi di SMAN 4 Depok. Kecintaannya terhadap dunia olahraga khususnya anggar, menuntunnya ke berbagai turnamen dan memboyong banyak medali hampir di setiap kejuaraan yang diikutinya. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Jon sudah menggeluti dunia anggar.

Berbagai kejuaraan yang diikuti olehnya yaitu Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2010 meraih medali emas dan perunggu, Singapore Open 2012,  Thailand Open 2013, kejuaraan di Samarinda meraih medali perak, Asian Youth Games (AYG) 2013 di Nanjing, China peringkat 16 besar,  Kejuaraan Saint John Chatolic School 2015, Kejurda DKI Jakarta 2015, Kejuaran Nasional sekaligus seleksi Prapon 2015/2016 dan lain-lain.

Latihan rutin terus dilakukan olehnnya selama 3 kali dalam sepekan di Senayan, Jakarta dari pukul 16.00 – 20.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk terus mengasah kemampuannya dalam bermain anggar. Ketika di rumah pun, ia tidak pernah berhenti berlatih anggar. Hampir setiap hari ia berlatih anggar di daerah Cilodong.

Saat ini Jon bergabung dengan klub anggar Kostrad Fancing Club. “Yang menarik dari anggar ini yaitu seni pedangnya. Ketika bermain anggar, akan terlihat keren, macho karena anggar berbeda dengan seni bela diri,” tambah Jon.

Menurut Jon, membagi waktu antara pelajaran dan latihan cukup sulit. Banyak tugas tambahan yang diberikan oleh pihak sekolah agar ia mampu mengejar ketertinggalan pelajaran saat sedang bertanding. Namun, ia mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti orangtua, wali kelas dan teman-temannya.

“Persiapan yang dilakukan sebelum lomba itu ada seperti training camp. Nah untuk tahun depan, lokasinya di Korea Selatan dan selama lima bulan. Untuk saingannya ada dari Pelatnas. Meskipun yang ikut kejuaraan sedikit, tapi rata-rata semuanya profesional,” terang Jon.

Besar harapan Jon kepada pemerintah untuk masa depan para atlet di Indonesia. Sejumlah bentuk apresiasi dari pemerintah bisa diberikan untuk mendukung para atlet seperti pemberian beasiswa atau memberikan fasilitas yang memadai. Selain itu diharapkan pemerintah bisa membiayai para atlet untuk ikut bertanding demi mengharumkan nama Indonesia baik di kancah nasional maupun internasional. (Nisa/Reza)

Check Also

Dorong Inovasi Kewirausahaan, Kemdikbud Gelar FIKSI 2017

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Dasar dan Menengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *