Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Prestasi Pemuda / Kurnia, Siswa Disabilitas Peraih Juara Internasional

Kurnia, Siswa Disabilitas Peraih Juara Internasional

Edupost.ID, Yogyakarta – Menjadi seorang penyandang disabilitas, tuna rungu dan tuna wicara, tidak lantas membuat Kurnia Khoirul Chandra menjadi patah semangat untuk mengejar prestasi. Selama hidupnya, Kurnia Khoirul Chandra yang saat ini tercatat sebagai siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta telah memiliki prestasi membanggakan.

Pada akhir Oktober 2015 lalu, tepatnya  26-28 Oktober 2015 ia berhasil membawa pulang dua buah medali dari ajang Global IT Challenge se-Asia Pasifik, sebuah ajang perlombaan IT yang dikhususkan bagi siswa berkebutuhan khusus (inklusi) yang diselenggarakan di Universitas Multimedia Nusantara Jakarta. Prestasinya kali ini tidak hanya membuat bangga orang tuanya, tetapi juga seluruh warga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dan Indonesia, karena menyabet medali perak dan medali perunggu. Medali perak dipersembahkan untuk kategori E-tool Challenge, sedangkan medali perunggu untuk kategori E-life Map Challenge.

Muhaimin selaku koordinator inklusi sekaligus pendamping siswa di ajang perlombaan ini, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaannya, terharu sekaligus bangga karena siswa didiknya bisa meraih prestasi yang bisa mengharumkan nama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta di ajang bertaraf internasional tersebut.

“Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik,” ujar Kurnia melalui pembimbingnya, Muhaimin.

Tak hanya itu, prestasi yang pernah diperoleh Chandra. Sebelumnya, difabel tuli tersebut merupakan perwakilan DIY pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) PK-PLK tahun 2014 bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ia sukses melaju ke tingkat nasional setelah berhasil lolos di tingkat DIY.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu juga telah berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar Indonesia-Thailand pada 16-27 Juni 2014. Pada event pertukaran pelajar tersebut, Chandra berhasil menjadi Juara II Lomba membuat Desain Website berpasangan dengan salah seorang pelajar Thailand bernama Pee pada even lomba “Web Page Design Contest, TVET Camp 2014 pada 24-26 Juni 2014, Hadkeaw Resort Hotel, Sangkhla, Thailand. (Andi)

Check Also

Menghardik Anak “Nakal” dapat Membuatnya Takut

Edupost.ID- Saat kekesalan sudah memuncak, tidak jarang orang tua menghardik anak dengan mengatakan, “Anak Nakal” …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *