Jumat , 24 Maret 2017
Home / Prestasi Pemuda / Mahasiswa ITB Raih Penghargaan Teknologi dengan ‘Food Smart Map’

Mahasiswa ITB Raih Penghargaan Teknologi dengan ‘Food Smart Map’

Edupost.id, Bogor – Tombayu Amadeo Hidayat, mahasiswa jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih predikat Indonesia Young Scholar dari kompetisi Esri Young Scholar Award (EYSA) 2016. Berkat passion-nya pada masakan tradisional yang dituangkan dalam karya aplikasi ‘Petaboga’, Tombayu berhasil memenangkan tiket menuju acara spasial terbesar di dunia, Esri User Conference (Esri UC) di San Diego, California.

Esri Young Scholar Award adalah kompetisi perguruan tinggi tingkat Internasional yang diadakan oleh distributor Esri di seluruh dunia termasuk Esri Indonesia. Acara ini merayakan keunggulan di bidang geospasial, khususnya kreativitas penggunaan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) atau teknologi smart mapping untuk memecahkan permasalahan bisnis maupun berbagai permasahan di masyarakat.

Aplikasi karya Tombayu yang dinamakan ‘Petaboga’ merupakan sebuah portal makanan berbasis peta yang dapat membawa pengunjung menjelajahi kuliner secara interaktif menyusuri jalan-jalan di kota Bandung. Petaboga ditetapkan sebagai pemenang yang mengalahkan banyak karya inovatif serta kreatif lainnya dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Hingga akhirnya mahasiswa ITB ini pun mendapat kesempatan untuk memamerkan karyanya di depan 16.000 profesional di bidang SIG dari 140 negara.

“Bandung itu kota yang kaya budaya. Walaupun saya sudah tinggal di sini semenjak lahir, rasanya Bandung masih menyimpan banyak hal untuk di eksplorasi dan dicoba,” ujar Tombayu.

Sesuai dengan semangat bertualangnya, Tombayu menciptakan Petaboga tidak hanya untuk mempromosikan kotanya, tapi juga untuk membantu orang-orang menemukan berbagai santapan lezat yang tersedia di Bandung.

Petaboga memiliki storymap interaktif yang membantu para pengguna menemukan aneka tempat terbaik untuk mencicipi hidangan kuliner tertentu. Selain itu program ini juga menyediakan ‘peta titik makanan’ (foodpoint map) yang memetakan berbagai ulasan lokasi makanan dan restoran di Bandung.

Word of mouth sangat besar pengaruhnya dalam mempromosikan sebuah produk dan layanan. Dengan cara yang sama, Petaboga memanfaatkan prinsip crowdsourcing sehingga para pengunjung situs web bisa mengirim sekaligus mengakses aneka ulasan kuliner yang ingin mereka cicipi,” jelas Tombayu.

“Acara tahunan EYSA ini menyajikan keunggulan gagasan baru yang ditunjukkan para mahasiswa Indonesia ketika mereka dibekali dengan teknologi terbaru dan saya berharap akan muncul lebih banyak aplikasi smart mapping yang lahir dari kompetisi ini di masa yang akan datang,” ujar lamet Joko Prihatin, Senior GIS Researcher yang menjadi salah satu dewan juri EYSA. (Suriati)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *