Jumat , 21 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Mahasiswa ITS Ini Bantu Tugas Polisi dengan SIM Buatannya

Mahasiswa ITS Ini Bantu Tugas Polisi dengan SIM Buatannya

Surabaya – Kehilangan barang berharga yang sulit ditemukan, jadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Badrut Tamam Hikmawan. Dari pengalaman ini, ia bersama dua rekannya berinisiatif membuat sebuah aplikasi berupa Sistem Informasi (SIM) Barang Hilang.

Penemuan Tamam, sapaan mahasiswa Jurusan Sistem Informasi (JSI) ini sempat memukau para juri di lomba Discovery yang diadakan program studi Sistem Informasi Universitas Jember, awal bulan Maret lalu.

Sejak bulan Februari yang lalu, Tamam telah berkutat mempersiapkan prototype aplikasinya. Bersama kedua anggotanya, Manzilatul Rahmah dan Natanael Yabes Wirawan, ia berhasil mempresentasikan ide, prototype dan proses bisnis dari proyek Public Safety yang ia cetuskan di tahap sepuluh besar, Jumat (6/3).

Perjuangan Tamam dan kedua rekannya berbuah manis, akhirnya mereka berhasil membawa pulang juara kedua lomba ide cipta aplikasi dengan tema Smart City. Sementara, juara pertama diraih Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Cara kerja aplikasi SIM ini berdasarkan penerapan altroisme, yakni sifat mau membantu orang lain dengan ikhlas. Sehingga diperlukan keikhlasan pengguna yang merupakan penemu barang. “Orang yang memasukkan data di aplikasi ini adalah orang yang menemukan barang, lalu setelah memasukkan data barang hilang, dia harus melaporkan ke kepolisian kecamatan,” jelas mahasiswa angkatan 2012 ini.

Sistem gamification juga diterapkan, sebagai motivasi bagi penemu barang yang hilang. Sistem ini akan memberikan poin yang bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah. “Untuk mengikuti game ini, si penemu barang harus punya bukti kalau dia sudah menyerahkan barang ke kantor polisi. Seperti mengupload foto selfie dengan barang temuan di kantor polisi,” papar mahasiswa yang aktif berkecimpung di bidang Riset dan Teknologi ini.

Bahkan, Tamam telah melakukan survei ke kantor kepolisian. Hasilnya, proyek ini mendapatkan respon yang positif. “Penerapan proyek ini tidak akan membebani stakeholder di kepolisian. Aplikasi ini sudah dirancang proses bisnisnya agar tidak menambahi pekerjaan polisi, namun tetap aman,” imbuhnya.

“Selanjutnya, kita akan mengembangkan aplikasi website dan android, serta membuat peta untuk list barang temuan, dengan memanfaatkan metode Geographic Information System (GIS),” tuturnya.

Tamam juga berencana memasarkan proyek ini secara lebih luas di bulan Agustus nanti. Saat ini, ia baru mengenalkannya di beberapa kampus besar di Surabaya. (ITS/IK-SS)

Check Also

Pertemun ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS) pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam

Fapet UGM Tingkatkan Kurikulum Menjadi Level Dunia

Hanoi (21/7) – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berupaya untuk meningkatkan kurikulum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *