Sabtu , 25 November 2017
Home / Prestasi Pemuda / Mahasiswa UGM Ikuti Program Kapal Pemuda Asia Tenggara
Mahasiswa UGM Ikuti Program Kapal Pemuda Asia Tenggara
Mahasiswa UGM Ikuti Program Kapal Pemuda Asia Tenggara

Mahasiswa UGM Ikuti Program Kapal Pemuda Asia Tenggara

Edupost.Id – Rino Anugraha Triatmaja, mahasiswa Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, terpilih mewakili Indonesia dalam Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) pada 25 Oktober – 25 Desember 2016 mendatang. Dalam program yang dikenal dengan Program Kapal Pemuda Asia Tenggara ini  Rino terpilih sebagai wakil DIY.

Rino menjelaskan, seluruh peserta SSEAYP nantinya akan berlayar mulai dari Tokyo ke Vietnam, Bangkok, Pnom Phen, Singapura, Jakarta, lalu kembali ke Tokyo. Mereka akan berlayar mulai 25 Oktober hingga 25 Desember mendatang. Peserta kegiatan ini berjumlah 330 orang yang berasal dari 10 negara ASEAN dan Jepang.

Tidak mudah bagi Rino untuk bisa lolos mengikuti program ini. Seleksi program ini dimulai dari tingkat provinsi, dengan melewati empat tahapan. Bersaing dengan ratusan pendaftar dari DIY, Rino harus melewati seleksi berkas, wawancara, FGD, dan karantina. Selanjutnya, semua perwakilan yang terpilih dari masing-masing provinsi akan diberikan pembekalan dan karantina di tingkat nasional.

Dalam program tersebut peserta akan menjalani dua aktivitas utama yaitu aktivitas di atas kapal dan kunjungan ke negara Jepang dan Asia Tenggara. Di atas kapal mereka akan melakukan FGD, pertukaran seni budaya, menjalin solidaritas serta melakukan upacara bendera. Sementara di negara yang akan dikunjungi mereka akan menjalani aktivitas welcoming ceremony, courtesy call, kunjungan institusi, berinteraksi dengan warga lokal, serta melakukan petunjukan seni budaya.

SSEAYP atau yang dikenal dengan Program Kapal Pemuda Asia Tenggara Jepang merupakan program yang diperuntukkan bagi para pemuda dari Asia Tenggara dan Jepang. Dengan mengikuti program ini, peserta akan dapat memperkenalkan kebudayaan masing-masing negara. Program ini dimulai sejak tahun 1974 dan merupakan kesepakatan antara negara Jepang dengan negara anggota ASEAN.

“Semoga kami bisa mengemban misi untuk mempromosikan Indonesia lewat seni dan budaya dengan baik dalam program ini nantinya,” harapnya. (Andi)

Check Also

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Sawit Jadi Gas Hidrogen

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Sawit Jadi Gas Hidrogen

Edupost.id – Limbah sawit cair berupa Palm Oil Mill Effluent (POME) dari industri sawit belum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *