Selasa , 24 Januari 2017
Home / Prestasi Pemuda / Megatron Antarkan Ivan Raih Dua Gelar Juara Dunia
Megatron Antarkan Ivan Raih Dua Gelar Juara Dunia
Megatron Antarkan Ivan Raih Dua Gelar Juara Dunia

Megatron Antarkan Ivan Raih Dua Gelar Juara Dunia

Edupost.id – Albertus Ivan Brilian, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta berhasil meraih dua gelar juara dunia di ajang 62nd International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF) World Congress 2016 di Harare, Zimbabwe pada 29 Juli-8 Agustus lalu. Pada IPSF tahun ini, Ivan meraih juara pertama pada dua kategori yakni Educational Poster Competition dan Patient Counseling Event dari 72 negera.

Pada Educational Poster Competition, Ivan membuat poster berjudul ‘Self-learning Herb Cabinet for Blind Children’. Dalam posternya, Ivan mempresentasikan tentang kegiatan edukasi tanaman obat dan jamu kepada anak-anak penyandang tunanetra di MTs Yaketunis dengan menggunakan metode khusus yakni Megatron (lemari toga elektronik). Tidak hanya dapat mengenal dan membedakan, anak-anak tunanetra dalam program ini juga dapat menanam tanaman obat dan membuat jamu secara mandiri untuk dapat menjaga daya tahan tubuh mereka. Poster karya Ivan ini telah membawa Indonesia mengungguli Perancis dan Argentina yang harus puas di urutan ke dua dan tiga.

“Dari kepeduliannya terhadap difabel, Ivan dan teman-temannya membuat Megatron yakni kotak obat yang dapat berbunyi menyimpan apa, dimana. Ini dapat membantu kemandirian anak tuna netra dalam mengenal dan membedakan tanaman obat yang disimpan di dalam kotak. Tak hanya itu saja, dalam program tersebut, anak-anak juga diajarkan menanam, dan memproduksi jamu,” ujar pembimbing Ivan, Ipang Djunarko kepada Edupost.id.

Tidak hanya unggul dalam Educational Poster Competition, Ivan juga berhasil menyabet juara 1 dalam Patient Counseling Event (PCE). Ini merupakan kompetisi konseling yang mengutamakan kemampuan komunakasi dan penyelesaian masalah dalam memilihkan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien. PCE dibagi menjadi 2 tingkat yang berbeda yakni beginner untuk mahasiswa S1 dan advanced untuk apoteker/farmasis. Pada PCE beginner tersebut, Ivan bersaing dengan 24 mahasiswa dari berbagai negara di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Slovakia, Zimbabwe, Jerman, Korea Selatan Singapura.

Menurut Ivan, kasus pada babak final merupakan kasus yang sulit karena obat yang diberikan menggunakan aplikator dan ini merupakan kasus yang sensitif untuk dibahas. Akan tetapi melalui kerjakeras dan latihan serta bimbingan dosen Dita Maria Virginia, M.Sc., Apt. dan Ipang Djunarko, Ivan berhasil menjadi Juara I Patient Counseling Event tingkat Beginner yang menjadikan kebanggaan Indonesia.

“Prestasi ini tentu tak muncul begitu saja. Kami sejak lama merintis sistem pendampingan mahasiswa agar mereka bisa berkompetisi sampai internasional. Dan sebelum mengikuti perlombaan tersebut, Ivan menjadi bagian dalam tim USD yang menjadi juara umum pada ajang National Patient Counseling 2015 di ITB,” tambah Dekan Fakultas Farmasi USD, Aris Widayati. (Andi)

Check Also

Bukti Mahasiswa Teknik ITS Berkiprah di Pertanian

Bukti Mahasiswa Teknik ITS Berkiprah di Pertanian

Edupost.ID- Mahasiswa D3 Departemen Teknik Instrumentasi, Eka Wahyu Prasojo mampu membuat tanaman melakukan fotosintesis sehari …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *