Rabu , 26 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Melina Abrianti, Peraih Nilai UN SMP Tertinggi DIY yang Bercita-cita Masuk UGM

Melina Abrianti, Peraih Nilai UN SMP Tertinggi DIY yang Bercita-cita Masuk UGM

Edupost.ID – Melina Abrianti, gadis manis peraih nilai Ujian Nasional tertinggi se-DIY, dengan skor 39,8 ini tinggal di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tempatnya tinggal sederhana, suara serangga hutan masih terdengar di sana. Jauh dari hingar bingar kota.

Cah (anak) anti sosmed, anti selfie,” kata gadis berpanggilan akrab Lina ini. Ia menceritakan ketidaksukaannya pada ketenaran, hingga kawan-kawannya menjulukinya demikian. Gadis kelahiran 5 Oktober 2000 ini akun Facebook-nya jarang dibuka, tidak punya instagram, dan juga tidak suka bermedia sosial. Akan tetapi ia tidak gaptek, kadang ia menggunakan internet sebagai media belajar.

“Kalau belajar nggak sampai mempeng-mempeng banget,” ujar Lina.

Caranya belajar cenderung santai, tidak sepaneng, dan menyenangkan baginya. Ia suka mendengarkan musik sambil belajar. Biasanya ia belajar di sore hari dan waktu Shubuh (pagi buta) sekitar 1-2 jam. Walaupun multitasking, ia mengaku apa yang ia pelajari tetap dapat diserap dengan baik.

Gadis yang doyan baca ini selalu memperhatikan apa yang disampaikan guru, sehingga walaupun tak mengulang belajar di rumah ia tetap dapat mengerjakan soal dengan baik. Ia pahami konsepnya, ia kuasai pelajarannya, tak harus tau rumusnya. Untuk rumus bisa ia utak atik atau cari sendiri.

Mata pelajaran sains menjadi favoritnya, seperti fisika dan matematika. Tahun lalu ia sempat ikut Olimpiade Sains Nasional cabang Fisika. Namun hanya sampai tingkat provinsi. Karena kesukaannya itu, ia berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi. Jurusan yang diambil adalah teknik.

“Minimal UGM,” kata Lina yang disambut tawa olehnya dan ayahnya.

Prestasi Lina tak lepas dari usaha dan doanya. Dalam mempersiapkan ujian ini ia puasa Senin-Kamis, shalat tahajud, minta doa restu pada keluarga, dan masih banyak lagi.

Lina tidak menyangka dirinya akan mendapat nilai itu. Targetnya adalah 39,2 karena nilai terbaik tahun lalu sekian. Perasaan takut juga sempat hinggap di hatinya kala menghadapi ujian terakhir di bangku SMP itu. Namun orang tua selalu memberi semangat. Ayah Lina mengatakan bahwa Lina tidak perlu takut, bahkan mengangggap ini seperti mau perang. Ayah Lina berpesan untuk mengerjakan ujian dengan maksimal, jangan keluar sebelum selesai jam ujian.

Kedepannya, Lina ingin melanjutkan ke sekolah yang terbaik. Keinginannya masuk jurusan IPA di SMA di Jogja. Akan tetapi belum pasti akan melanjutkan dimana.

“Orang tua inginnya yang dekat yang bisa mengawasi tiap hari,” ungkap ayah Lina. Meski demikian, ia tetap berharap Lina mendapat sekolah yang terbaik dan terjangkau dari sisi biaya serta mobilitas.

Lina berpesan pada adik-adik kelasnya untuk semangat menghadapi UN dan bisa membanggakan SMPN 1 Wonosari.  (Nurfi)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *