Rabu , 18 Januari 2017
Home / Prestasi Pemuda / Menulis Sejak SD, Nisa Panen Prestasi di Bangku Kuliah

Menulis Sejak SD, Nisa Panen Prestasi di Bangku Kuliah

Edupost.ID, Yogyakarta – Siapa menanam, ia akan memanennya. Seperti itulah filosofi yang tepat untuk menggambarkan sosok Annisa Nur Salam, mahasiswi Semester 5 Ekonomi Syariah (ES) UIN Sunan Kalijaga ini. Sejak SD ia suka menulis, awalnya hanya menulis cerpen. Hingga di bangku kuliah ia tetap rajin menulis, menghasilkan berbagai karya hingga akhirnya ‘berbuah’ sederet prestasi.

Dalam penulisan karya ilmiah, prestasinya sudah tak terhitung. Beberapa di antaranya adalah 1st place in ASEAN Essay Competition 2015 (PPI Thailand), Top 10 in the Essay Writing Competition at 7th International Symposium of OISAA 201 (Singapura), Juara 4 Olimpiade GSENT 2015, Juara 1 Olimpiade TemilReg ForSEI Yogyakarta 2015, Peneliti muda Terbaik FRKS OJK 2014, Juara 1 Call for Paper SES-C IPB 2014.

Putri kedua dari tiga bersaudara ini menceritakan prestasi terbarunya, yakni juara 1 lomba essai ASEAN. Pihak yang menyelenggarakan adalah Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (PERMITA). Ia diumumkan menjadi pemenang pada 28 Agustus lalu. Dalam lomba itu ia menawarkan gagasan untuk ketahanan pangan Indonesia.

Ide yang diusung adalah Single Agribisnis Program, yaitu dalam sebuah desa harus terdapat kelompok tani, lumbung desa, pasar desa, dan bank tani. Semua komponen itu saling melengkapi sehingga terjadi sebuah keharmonisan dan ketahanan pangan.

“Paling berkesan mungkin yang pertama,” ujar Nisa. Ia mengaku, hanya iseng mengikuti lomba essai pertamanya itu. Bersama kelompoknya, ia mengikuti lomba essai tentang ekonomi Islam. Penyelenggaranya adalah IPB. Tidak diduga, mereka juara 1 tingkat nasional.

Bagi Nisa menulis digunakan untuk mengisi waktu luang. Selain itu ia ingin berkeliling Indonesia dengan menulis, bahkan ke luar negeri. Dalam waktu dekat ini ia akan pergi ke UNAIR untuk final lomba essai.

Perempuan kelahiran Sumedang, 1 Januari 1995 ini bersyukur karena banyak dukungan dari orang tua, dosen, dan kawan-kawannya. Pihak fakultas cukup mendukung terkait pendanaan. Teman-teman di ForSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) juga berjasa, karena menjadi kawan diskusi isu-isu ekonomi terkini.

Disamping sering menjadi juara, Nisa tetap menjaga waktu belajarnya. IPK terakhirnya 3,88. Meski ia mengaku IPK tersebut masih naik-turun. Ketika ditanya mengenai cita-cita, ia belum menetapkan secara pasti, namun untuk saat ini memimpikan kelak bisa menjadi dosen.  (Nurfi)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *