Kamis , 25 Mei 2017
Home / Prestasi Pemuda / Meski Tuna Netra, Bagas Hafal 27 Juz Al Quran
Meski-Tuna-Netra-Bagas-Hafal-27-Juz-Al-Quran
Bagas Hafal

Meski Tuna Netra, Bagas Hafal 27 Juz Al Quran

Edupost.id – Dengan amat santai Bagas mampu melanjutkan bacaan ayat Al Quran yang dibacakan oleh gurunya. Pemilik nama lengkap Bagas Wahyu Rizki Pambudi ini memang telah menyelesaikan hafalan 27 juz Al Quran dalam waktu satu bulan. Siapapun tak akan percaya jika hafidz muda kelahiran Gunung Kudul, 29 Maret 2002 ini adalah penyandang tuna netra dan autis.

Siswa kelas 8 MTs Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (Yaketunis) Yogyakarta ini mengaku menghafal Al Quran dengan media Pen Al Quran Braile Digital. Alat ini berbentuk pen yang mampu mengeluarkan suara berupa bacaan ayat Al Quran dan Hadits Nabi.

Bagas mengaku hanya membutuhkan waktu satu bulan untuk menghafalkan 27 juz Al Quran. “Hafal 27 juz selama sebulan, waktu bulan Ramadhan,” begitu katanya berulang – ulang. Bagas melanjutkan, ia selalu membaca Al Quran setiap harinya. Selama bulan Ramadhan, putra sulung dari dua bersaudara ini mengaku selalu menghafalkan satu juz setiap pukul 20.00 hingga 22.00.
Meski menderita tuna netra, penyuka ceramah KH. Anwar Zahid ini mengaku telah mulai belajar membaca Al Quran sejak kelas satu SD. Ketika masuk ke MTs Yaketunis ia mengaku sudah bisa membaca Al Quran. Bulan Ramadhan tahun ini menjadi awal dirinya menghafal Al Quran. Ketika ditanya alasan menghafal, ia hanya menjawab sekenanya, “gak tahu, baca aja, tahu – tahu hafal, terus dilanjutin.”

Tidak hanya mampu menghafal Al Quran, siswa yang tinggal di Jl. Kaliurang km 9 Sleman ini juga mengaku mampu menghafal 120 hadits Nabi. Ketika diminta menyebutkan salah satu hadits yang dihafal, Bagaspun langsung melafalkan hadits tentang keutamaan membaca Al Quran.

Tak hanya berhenti sampai saat ini, Bagaspun bertekad melanjutkan hafalannya hingga 30 juz. Usai lulus dari MTs Yaketunis, Bagas berrencana akan melanjutkan pendidikan ke MAN Maguwoharjo, Sleman.
Kepala MTs Yaketunis, Agus Suryanto mengatakan, meski tuna netra, Bagas memiliki daya ingat yang kuat. Apapun yang dikatakan gurunya, selalu dihafalkan oleh Bagas. Tak heran, ia mampu menghafal Al Quran dalam waktu singkat.

Keterbatasan memang tak boleh dijadikan alasan untuk tidak berprestasi. Jika Bagas yang menderita tuna netra dan autis mampu menghafal Al Quran, layakkah kita yang tak memiliki keterbatasan fisik hanya diam tanpa prestasi? (Andi)

Check Also

Dua Siswa SMP Mugadeta Juara Robotika Nasional

Dua Siswa SMP Mugadeta Juara Robotika Nasional

Edupost.ID – Dua siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Yogyakarta (SMP Mugadeta) berhasil menorehkan prestasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *