Minggu , 11 Desember 2016
Home / Prestasi Pemuda / MI Wahid Hasyim Menang Kompetisi Robotik 2016
MI Wahid Hasyim Menang Kompetisi Robotik 2016
MI Wahid Hasyim Menang Kompetisi Robotik 2016

MI Wahid Hasyim Menang Kompetisi Robotik 2016

Edupost.ID – MI Wahid Hasyim Sleman berhasil mengukir prestasi dalam Festival & Kompetisi Robotik Madrasah Tahun 2016. Semangat dan kerja keras tim mampu mengantarkan wakil DIY ini meraih juara 3 dalam kompetisi yang digelar di Jakarta pada 30 – 31 Oktober 2016.

Ainna Khoiron Nawali, salah satu pendamping robotik MI Wahid Hasyim mengatakan, tim terdiri dari dua siswa dan satu pendamping resmi. Dua siswa yang diberangkatkan dalam kompetisi ini adalah Awalul Hidayati dan Lulu’ Ulul Adha, keduanya siswa kelas VI. Sementara satu pendamping resmi yang terdaftar adalah Syech Abidin Khobar.

Ditambahkan, pada kompetisi ini setiap tim ditantang untuk membuat desain alat yang memiliki prinsip kerja kincir angin dan mampu bermanfaat bagi manusia. Menjawab tantangan ini, tim memutuskan untuk membuat palang pintu berputar untuk menghasilkan energi listrik. Palang pintu ini biasa dipakai di tempat wisata maupun pusat keramaian lain. Orang yang masuk akan mengikuti putaran palang pintu itu.

“Orang yang masuk akan menyebabkan palang ini berputar sehingga menghasilkan energi gerak. Energi ini digunakan untuk menghidupkan generator yang mampu menghasilkan energi listrik, yang bisa digunakan untuk menghidupkan loket pembayaran karcis dan sebagainya,” terang Ainna kepada Edupost.Id didampingi Kepala MI Wahid Hasyim, Aris Munandar Jumat (4/11).

ide ini, menurut Ainna, muncul dalam waktu satu malam. Panitia memang membuat tantangan ini secara mendadak di Jakarta satu hari sebelum kompetisi resmi.

Kepala MI Wahid Hasyim, Aris Munandar, mengaku bangga kepada siswa – siswanya atas prestasi yang diraihnya ini. Menurutnya, prestasi ini adalah buah dari sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya. Di sekolah ini, siswa diajak untuk menerapkan kandungan ayat – ayat Al Quran dalam bidang sains.

“Saya bangga terkait prestasi anak – anak. Ini merupakan hasil dari program sinkronisasi dan implementasi sains dan Al Quran,” ujar Aris.

Dalam praktik pembelajaran, guru sekolah ini harus manyandingkan ayat Al Quran dengan fakta ilmiah yang dipelajari di kelas. Selain itu, siswa juga diwajibkan untuk menghafal Al Quran selama mengikuti pendidikan MI. Siswa kelas reguler minimal harus hafal juz amma dan surat – surat pilihan, sedangkan kelas tahfidz harus hafal 6 – 7 juz Al Quran.

Aris berharap, sistem ini dapat mencetak ilmuwan muslim yang benar – benar mampu memahami dan menghafal ayat – ayat Al Quran. Terkait robotika, Aris juga akan terus mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang robotik untuk menciptakan inovasi – inovasi baru yang bermanfaat bagi lingkungan. Ia juga berharap dapat meraih juara perama pada kompetisi tahun depan.

(Andi)

Check Also

Siswa SD Muhammadiyah Sapen Boyong Tropi Mendikbud

Siswa SD Muhamadiyah Sapen Boyong Tropi Mendikbud

Edupost.ID – Abyesta Sheva Alfaru, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Sapen, berhasil meraih juara I …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *