Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Mukhlis, Mahasiswa yang Rela Bukunya Ditukar dengan Sampah

Mukhlis, Mahasiswa yang Rela Bukunya Ditukar dengan Sampah

Edupost.ID, Yogyakarta – Pernah mendengar rental yang alat tukarnya berupa sampah, bukan uang? M. Mukhlis Saktiyawan mahasiswa semester 8 Pendidikan Kimia FMIPA UM yang menggagas ide ini.

“Saya membuat orang bisa meminjam buku saya dengan memberi saya sampah. Tujuannya sederhana meningkatkan minat baca dan mengubah mindset tak semua harus dibeli dengan uang,” kata Sakti.
Selain itu, kita juga bisa mengundang Mukhlis untuk menjadi pembicara. Sebagai gantinya, setiap peserta membawa sebuah sampah.

“Selanjutnya sampah tersebut akan saya berikan ke bank sampah kota Malang untuk diganti dengan uang, dan uangnya akan saya gunakan untuk membeli koleksi buku ataupun untuk yang membutuhkan. Inspirasi muncul melihat kondisi sekeliling,” ujar Sakti menjelaskan tujuan penukaran sampah.

Mahasiswa yang hendak berangkat ke Shanghai pada 25-28 Juni ini, bercita-cita mendirikan sebuah lembaga. Kegiatan tukar-menukar barang dengan sampah merupakan salah satu langkah kecilnya. ‘Tulus Bergerak’, sebuah nama juga jargon yang selalu digaungkan dalam keseharian Sakti.
“Tulus Bergerak memberi arti bahwa ketulusan seseorang yang dipuji tidak akan pernah terbang, seseorang yang dicaci maki tidak akan pernah tumbang. Dengan bergerak kita tidak diam dan mendiamkan segala yang tidak benar terjadi,” paparnya.

Ide tentang ‘Tulus Bergerak’ muncul sejak tahun 2014. Ia ingin mengubah mindset masyarakat Indonesia tentang pesimisme di negeri ini. Intinya adalah bekerja tanpa pamrih, ikhlas, dan bergerak untuk investasi kebaikan. “Tanpa bergerak hidupmu adalah 0,” tandasnya.

Sakti juga merupakan sosok mahasiswa berprestasi. Belasan prestasi tingkat kota/kabupaten, nasional, dan internasional sudah dikantongi. Diantaranya, juara 1 Lomba Essay “Tantangan Pemuda Indonesia Menghadapi MEA 2015” di Senayan Tingkat Nasional, juara 1 Regional Leadership Camp 2014, Grand Finalis Campus Ambassador 2013, Finalis (proses perlombaan) Lomba Karya Tulis Alqur’an Tingkat Nasional National Chemistry Moslem Students Conference (NCMSC) Tingkat Nasional, dan masih banyak lagi.

Sakti ini juga seorang yang aktif di organisasi. Sejak SMP hingga kuliah, sudah 23 organisasi yang diikuti. Jabatannya beragam, ada yang hanya sebagai anggota, kepala divisi, gubernur, bahkan presiden (BEM 2014).

Menurut Sakti, mahasiswa harus mengembalikan khittah perjuangan mereka. Menjadi maha dari kesiswaan itu bukan sekedar titel tapi tanggung jawab. Di era globalisasi seperti saat ini tidak dibutuhkan sarjana yang sekedar membawa pulang selembar ijazah dari kampusnya, namun mereka yang mau bergerak untuk membangun pribadi yang unggul dan berkualitas. (Nurfi)

Check Also

Ifud Pertahankan Gelar Mawapres Nasional Diploma ITS

Ifud Pertahankan Gelar Mawapres Nasional Diploma ITS

Edupost.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mempertahankan predikat juara pertama Mahasiswa Beprestasi (Mawapres) Program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *