Jumat , 21 Juli 2017
Home / Prestasi Pemuda / Nida, Maba Termuda UGM Berusia 15 Tahun
Nida-Maba-Termuda-UGM-Berusia-15-Tahun
Nida Maba Termuda UGM. (Foto: andi)

Nida, Maba Termuda UGM Berusia 15 Tahun

Edupost.id – Jika pada umumnya usia 15 tahun masih asyik menjadi pelajar SMA, tapi tidak bagi Nida Aqidatus S. Alumni SMAN 1 Purwokerto Jawa Tengah ini menjadi mahasiswa termuda UGM tahun ini. Mahasiswa kelahiran Purwokerto 16 Juli 2001 ini diterima menjadi mahasiswa Prodi Rekam Medis Sekolah Vokasi UGM melalui jalur Ujian Tulis gelombang 2. Nida mengaku, telah mengikuti program akselerasi sejak SD hingga SMA.

“Ikut akselerasi terus. Dari SD sampai SMA,” ujar Nida ketika menjawab pertanyaan wartawan di sela – sela acara pembukaan Pelatihan Pembelajaran Sukses Bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM, Senin (1/8).

Ditambahkan Nida, selama mengikuti program akselerasi tak pernah mengalami kendala yang serius. Belajar yang rutin dan serius menjadi kunci suksesnya selama menempuh pendidikan akselerasi.

Baca Juga: Jakarta Anti Galau, Mesin Solusi Sampah Karya Tim IPB

Putri sulung pasangan Suryanto dan Yuliatin ini mengatakan, memulai program akselerasi sejak duduk di bangku SD Al Irsyad 1 Purwokerto. Di sekolah ini ia hanya menempuh pendidikan selama lima tahun. Diakuinya, saat itu ia memang masih merasa kesulitan dalam belajar. Namun, lambat laun ia mampu beradaptasi.

Lulus SD, Nida melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Purwokerto. Karena kembali ikut akselerasi, ia hanya butuh dua tahun untuk menyelesaikan sekolahnya. Program akselerasi kembali ia ikuti saat duduk di bangku SMAN 1 Purwokerto.

Menjadi mahasiswa termuda UGM tidak membuat Nida canggung ataupun takut. Meskipun nantinya ia akan bergaul dengan teman kuliah yang jauh lebih tua, ia sudah siap. “Yang penting sosialisasi dengan baik,” katanya.

Sejak SD, putri Kepala SMPN 1 Rawalo ini memang sudah bercita – cita kuliah di UGM. Menurutnya, banyak alumni UGM yang sudah sukses. Dan ia ingin mengikuti jejak alumni UGM yang sukses. Selepas lulus dari Prodi Rekam Medis, Nida mengaku ingin melanjutkan ke jenjang S1 Jurusan Kesehatan Masyarakat. “Saya juga ingin lanjut S2 biar bisa jadi dosen,” imbuhnya. (Andi)

Check Also

Bantu Nelayan, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Dokter Ikan

Bantu Nelayan, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Dokter Ikan

Edupost.id – Banyak nelayan tradisional belum memiliki pengetahuan tentang penyakit-penyakit ikan dan cara menanganinya. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *