Rabu , 20 September 2017
Home / Prestasi Pemuda / Ranu Iskandar, Setahun Raih Dua Penghargaan Bergengsi
Ranu Iskandar meraih penghargaan Pemuda Indonesia (PPI) dari Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, serta Anugerah Peduli Pendidikan 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ranu Iskandar, Setahun Raih Dua Penghargaan Bergengsi

Edupost.Id, Yogyakarta – Bagi pemuda asal Kebumen Jawa Tengah ini, hal yang terpenting dalam hidup adalah melakukan sesuatu tanpa perlu bertanya apakah itu menguntungkan atau tidak bagi dirinya. Dialah Ranu Iskandar, peraih dua penghargaan bergengsi dalam rentang waktu setahun. Ketika ia tengah berbuat sesuatu, ia hanya perlu berbuat yang terbaik sesuai kemampuan maksimal yang dimiliki.

Prinsip sederhana ini selalu kuat ia pegang, sehingga mengantarkannya meraih Penghargaan Pemuda Indonesia (PPI) dari Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, serta Anugerah Peduli Pendidikan 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Penampilannya memang sangat sederhana, tetapi prestasi dan pengabdiannya kepada masyarakat terhitung luar biasa. Ketika Edupost.Id menemuinya di hall rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UNY ini tampak berpenampilan santai, menggunakan celana jeans, dan jaket. Iapun memulai ceritanya dengan penuh keramahan dan senyuman.

Ranu dilahirkan dari keluarga sederhana berpenghasilan kecil. Ia lahir di Kebumen, 29 April 1993 oleh pasangan Kasrin dan Pudjiatun. Ranu kecil tumbuh di tengah lingkungan keluarga berekonomi lemah. Kasirin hanya seorang petani kecil berpenghasilan dua juta rupiah untuk sekali panen. Sementara, Pudjiatun hanya seorang pedagang buah dengan penghasilan yang juga tak terlampau besar.

Dibesarkan di keluarga berpenghasilan rendah bukan berarti menghambat langkah Ranu untuk berpendidikan. Halangan kecil untuk berpendidikan sebenarnya sempat ia alami.Pemuda asal Desa Meles RT 1 RW 2, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, ini awalnya sangat berharap setamat SMK 1 Gombong pada tahun 2011, ia bisa langsung melanjutkan kuliah. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang tak mendukung membuat Ranu harus rela menunda kuliah.

Baru satu tahun kemudian ia diterima menjadi mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif UNY melalui program Bidikmisi. Bekal biaya hidup dari pemerintah Rp 600.000 tiap bulan telah membuka jalan untuk mengembangkan diri. Di kampus, Ranu bergabung dalam UKM Penelitian UNY. Dari sinilah awal bagi Ranu melakukan riset dan teknologi inovasi.

Salah satu inovasi teknologi yang menjadi penilaian dalam PPI 2015 adalah sebuah helm yang diberi nama helpson. Helm itu dibuat untuk membantu difabel, khususnya tuna rungu. “Kalau ada orang yang klakson, suara ditangkap sensor dalam helm. Suara kemudian diubah menjadi suara dan ada LED yang menyala,” terangnya. Helm itu sudah diujicobakan di SLBN 1 Bantul. Tanggapan pihak SLB menurut Ranu sangat positif. Hanya saja masih perlu ada penyempurnaan.

Selain inovasi teknologi, Ranu juga sosok pemuda yang gemar mengajar. Karena kegemarannya itu, sejak sebelum mulai kuliah Ranu berinisiatif mendirikan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) di desanya. Hingga saat ini TPA itu masih berdiri. Setiap pulang ke desanya, Ranu selalu menyempatkan diri mengajar di TPA itu. Tidak hanya mengajar di TPA, mahasiswa yang bercita-cita mendapat beasiswa S2 di Malaysia ini juga pernah mengajar Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Karena kepeduliannya dalam dunia pendidikan itu, mahasiswa yang sedang sibuk menyelesaikan skripsinya itu menjadi penerima Anugerah Peduli Pendidikan 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Anies Baswedan.

“Tak pernah menyangka bisa dapat penghargaan,” ujar Ranu. Putra bungsu dari empat bersaudara itu bahkan mengaku tidak langsung percaya ketika dirinya diminta ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Mendikbud. Ia baru yakin setelah penelepon yang merupakan utusan Mendikbud menyebutkan berbagai pengalaman Ranu ketika melakukan pengabdian di kampung halamannya di Kebumen.

“Masa depanmu ditentukan hari ini. Kalau saat ini kamu malas-malasan, maka masa depanmu akan suram. Tapi kalau saat ini kamu semangat berusaha dan belajar, maka masa depanmu akan cerah. Maka saya berpesan kepada teman-teman untuk tetap semangat belajar dan berjuang agar masa depan menjadi cerah,” pesan Ranu kepada pembaca Edupost.Id. (Andi)

Check Also

Universitas Pertamina

Universitas Pertamina Tumbuhkan Pemahaman Teknologi Siswa SMA

Edupost.id – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di masyarakat saat ini, Universitas Pertamina melalui slogannya, “Be …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *