Kamis , 24 Agustus 2017
Home / Prestasi Pemuda / Rizal Justian, Mawapres UNY: Saya Punya 38 dari Target 50 Prestasi
Rizal Justian, Mawapres UNY
Rizal Justian, Mawapres UNY (foto: Andi Edupost)

Rizal Justian, Mawapres UNY: Saya Punya 38 dari Target 50 Prestasi

Edupost.id, Yogyakarta – Berasal dari Tenggarong, sebuah daerah kecil di Kalimantan, ternyata tidak menyurutkan semangat Rizal Justian Setiawan untuk menuntut ilmu di bangku kuliah. Baginya, kuliah di PTN adalah keharusan. Biaya yang lebih murah, menjadi pilihan utama bagi warga dengan penghasilan menengah seperti keluarganya untuk memilih PTN.

Tak disangka, melalui jalur seleksi mandiri, ia diterima di jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di kampus inilah, Rizal mampu menorehkan banyak prestasi berupa karya tulis ilmiah.

Pertemuannya dengan mahasiswa berprestasi UNY tahun 2015, Sayyidah Alawiyah semakin membakar semangatnya. “Mbak Sayyidah Alawiyah menyarankan saya untuk menuliskan 100 keinginan dalam hidup. Dan akhirnya dari 100 keinginan itu, salah satunya saya menulis ‘Harus mendapat 50 prestasi selama kuliah’, dan sampai saat ini saya sudah memiliki 38 prestasi,” kisahnya.

Rentetan prestasi itulah yang akhirnya membawa Rizal mendapat gelar Mahasiswa Berprestasi Utama UNY tahun 2016 dari program D3. Mahasiswa kelahiran Tenggarong 26 Mei 1996 ini mengaku mendaftar seleksi mawapres UNY pada hari terakhir. Bahkan, ia mengaku membuat karya tulis dalam pemilihan mawapres tahun ini hanya dalam waktu satu hari. “Saya tak pernah terpikirkan untuk mengikuti seleksi mawapres UNY. Satu hari sebelum penutupan pendaftaran, saya diminta untuk mewakili jurusan,” katanya.

Rizal mengungkapkan, perasaan senang dan bahagianya setelah dirinya berhasil menduduki peringkat pertama mahasiswa berprestasi UNY 2016 jenjang Diploma 3. Tinggal satu tahapan lagi bagi Rizal untuk meraih gelar mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Amanah yang dibebankan di pundaknya untuk mewakili UNY dalam pemilihan mahasiswa berprestasi nasional akan diembannya dengan baik. Saat ini, ia mengaku sedang menyusun karya tulis yang lebih baik lagi. Diakuinya, karya tulis yang diajukan dalam pemilihan mawapres UNY masih butuh penyempurnaan. Kemampuan berbahasa Inggris juga sedang ia asah. “Saya akan membuat karya tulis baru, soalnya karya tulis yang saya ajukan di UNY biasa-biasa aja. Saya juga sedang belajar bahasa Inggris, di tingkat nasional kan saya harus bisa presentasi dengan bahasa Inggris,” terangnya.

Mahasiswa yang bermimpi menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal itu baru-baru ini juga meraih prestasi di tingkat Internasional. Ia bersama rekan setimnya memperoleh dua gelar sekaligus dalam ajang International Engineering Invention Innovation Exhibition (I-ENVEX) di Malaysia. Dalam ajang bergengsi tersebut ia memperoleh Juara 1 (gold medal) dari International Federation of Inventors Association (IFIA) dan Juara 1 International Leading Innovation Award dari International Intellectual Property Network Forum (IIPNF).

Selain prestasi-prestasi itu, anggota UKM Penelitian UNY ini juga menyebut beberapa prestasi unggulan lain yang pernah diraih. Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Desain Alat Tepat Guna BPTTG tingkat Provinsi tahun 2015. Juara 2 LKTI Nasional IOSHA K3 di UNS tahun 2015, Juara 2 Essay IHEC Nasional UNAIR tahun 2015, Peserta Terbaik lomba gagasan tertulis IYGPC UNPAD, tahun 2015, dan Juara 3 Essay Film Nasional UNS tahun 2016.

Karya-karya ini tentunya hanya sebagian kecil karya Rizal yang tercipta dalam kurun waktu dua tahun. Karena menurut Rizal, sudah 49 karya yang sudah ia tulis selama menjadi mahasiswa.

Selain aktif mengikuti berbagai perlombaan, Rizal juga tercatat sebagai pengurus dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Kegiatan organisasi yang ia ikuti yaitu UKM Penelitian UNY, UKM Restek UNY, dan IPM KUK-YK.

Prestasi yang banyak diraih tidak menjadikan Rizal berpuas diri. Ia bertekad untuk terus berkarya, berinovasi dalam bidang teknologi demi membangun Indonesia. Rizal juga tak lupa dengan Tenggarong, sebuah daerah yang selama ini telah menjadi tempat tinggalnya. Ia bercita-cita pulang kampung dan membangun daerah kelahirannya.

“Saya akan memajukan daerah saya dulu, karena saya sudah banyak berhutang budi,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

Kemenag Siapkan Beasiswa S2 untuk Guru Madrasah

Kemenag Siapkan Beasiswa S2 untuk Guru Madrasah

Edupost.id – Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program beasiswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *