Selasa , 24 Januari 2017
Home / Prestasi Pemuda / Rofi, Penghafal Qur’an yang Juga Lulusan Terbaik di SMP-nya

Rofi, Penghafal Qur’an yang Juga Lulusan Terbaik di SMP-nya

Edupost.ID – Rofi Wahyulina (17) tidak menyangka dirinya menjadi yang terbaik di acara Wisuda Al-Qur’an yang digelar Panitia Ramadhan di Sekolah beberapa waktu lalu. Ia masuk kategori kedua untuk akhwat (perempuan). Dalam kategori tersebut, pelajar yang diwisuda adalah yang hafal juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan tidak mengulangi kesalahan maksimal tiga kali. Perempuan yang kini masih mengenyam pendidikan di SMAN 2 Klaten kelas XI ini pernah menjadi lulusan terbaik di SMP-nya dulu.

Rofi mulai aktif menghafal ayat Al-Qur’an sejak SMP, yaitu ketika memasuki Rumah Tahfidz. Karena nyantri di sana, ia harus pandai-pandai memanajemen waktu. Pasalnya sekolahnya terpisah dari pondok tersebut. Awal masuk ke pondok itu ia masih membaca Iqra’ jilid 5.

Lulusan pondok ini sempat malu karena di sana ia menjadi santri kalong (mengikuti pembelajaran dengan anak-anak kecil yang juga masih belajar Iqra’). Akan tetapi, hal itu justru membuat bacaannya benar sebelum menginjak pada level menghafal Qur’an. Banyak teman-temannya yang telah mendahuluinya, harus mengulang ke Iqra’ di kemudian hari karena bacaannya salah.

Sebenarnya Rofi sudah hafal sekitar 4 juz. Akan tetapi, ketika SMA ini ia merasa kurang percaya diri. Sehingga ketika wisuda ia memilih mengambil kategori 2 yang hafalannya hanya Juz ‘Amma.

Awalnya Rofi tidak mempunyai motivasi kuat untuk belajar menghafal Al-Qur’an. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, ia menemukan banyak manfaat dan mulai menikmatinya.

“Kita dapet sesuatu yang tidak dipikirkan. Contohnya kemarin,” kata Rofi menjelaskan bahwa gelar wisudawan terbaik itu sebagai sebuah keberuntungan.

Rofi menghafal 5 baris per hari di awal-awal ia masuk Rumah Tahfidz. Kemudian meningkat menjadi setengah halaman per hari.

Di pagi hingga siang hari ia sekolah. Kemudian jam 1 istirahat. Setelah Ashar muraja’ah (mengulang hafalan) dan ngaji seperempat juz. Setelah maghrib Rofi setor hafalan. Selain Shubuh juga.

Menurut Rofi kesulitan menghafal adalah ketika menemui ayat-ayat yang mirip. Ia mengatasinya dengan mengulang-ulang membaca ayat itu hingga 20 kali.

Penghafal Al-Qur’an biasanya cerdas. Begitu juga dengan Rofi. Ia pernah mengikuti lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an) atau hafalan hingga tingkat Kabupaten. Ia juga pernah memenangkan lomba CCA. Ketika SMP ia termasuk anak yang berprestasi, karena meraih nilai terbaik se-SMP (33,75).

Sewaktu SMP ia tak aktif di kegiatan organisasi. Ini bertolak-belakang dengan kehidupannya di SMA. Gadis yang hobi nulis ini aktif di Rohis, Forum Rohis se-Klaten, Fornusa (Forum Rohis Nusantara) perwakilan Jateng, dan pernah aktif di ekstrakurikuler Qira’ah. Pernah ia iseng mengikuti lomba menulis cerpen dan menang juara 3. (Nurfi)

Check Also

Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB Tuan Rumah Workshop Kedokteran Hewan Indonesia dan Jepang

Edupost.Id- Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tuan rumah dalam acara workshop …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *