Senin , 23 Oktober 2017
Home / Prestasi Pemuda / Sayidah Alawiyah Mahasiswa Berprestasi UNY 2015

Sayidah Alawiyah Mahasiswa Berprestasi UNY 2015

Edupost.ID – Menyandang status mahasiswa berprestasi (mapres) tentunya menjadi kebanggaan tersendiri. Begitu juga yang dirasakan oleh Sayidah Alawiyah, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Gadis kelahiran Sukabumi, 29 Januari 1994 ini tengah mempersiapkan seleksi untuk penyaringan 15 besar Mapres Nasional di Jakarta mendatang.

Sayidah tercatat menjadi salah satu mahasiswi di jurusan yang tak banyak orang suka, Pendidikan Luar Biasa (PLB). “Awalnya saya tidak mengira akan masuk PLB. Saya hanya ditawari oleh guru BK saya untuk kuliah di UNY. Bagi saya saat itu, yang penting bisa kuliah di Jogja,” ungkapnya ketika ditemui Edupost.ID di kampusnya.

Meski tak pernah terbersit dalam benaknya untuk menjadi mahasiswa berprestasi, Sayidah tetaplah bersyukur atas keberhasilannya. “Saya awalnya sempat minder mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi karena teman lainnya jauh lebih hebat sudah berkarya di internasional,” katanya. Ia mengaku, kemampuan berbahasa Inggrisnya sangat rendah. Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya, Sayidah harus rela menghabiskan waktunya mengikuti kursus bahasa inggris di tiga tempat.

Putri pasangan Achmad Royani dan Yuli Sulastry tersebut tampil menyampaikan gagasan cemerlang tentang low vision desk untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di depan dewan juri. Gagasan cemerlang tersebut berangkat dari permasalahan sarana prasarana dalam sistem pembelajaran yang dirasakan oleh ABK. Gagasannya ialah meja untuk ABK yang berbasis teknologi.

Isu mengenai ABK sudah begitu akrab di dirinya. Selama enam semester, tak kurang dari 33 karya tulis yang pernah ia angkat, sebanyak 90% mengangkat isu tentang ABK. Sebanyak 12 di antaranya berhasil meraih juara tingkat nasional.

Bagi Sayidah, untuk mencapai suatu kesuksesan yang dibutuhkan bukan hanya keahlian, namun juga kemauan.

“Dulu pas awal masuk kuliah saya menuliskan resolusi di dinding kamar untuk menjadi mapres UNY, Alhamdulillah sekarang bisa terwujud,” tutup Sayidah.

Saat ini Sayidah juga sibuk mengembangkan sekolah alam yang ia beri nama Sekolah jinga. Di Sekolah Jingga yang didirikan sejak tahun 2012 itu, para siswa mendapatkan ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah formal. Dengan pembelajaran yang lebih menekankan pada praktik bukan sekadar teori, para siswa diharapkan dapat merasakan proses belajar yang lebih hidup dan interaktif. (Andi)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *