Jumat , 20 Januari 2017
Home / Prestasi Pemuda / Sena Sang Penemu Teh Hitam, Peraih 107 Inovasi Indonesia

Sena Sang Penemu Teh Hitam, Peraih 107 Inovasi Indonesia

Edupost.ID – Menjadi salah satu peraih penghargaan 107 Inovasi Indonesia bukanlah cita-cita awal Avicienna Ulhaq Muqodas, mahasiswa semester 8, Agricultural Engineering, IPB. Ketika SMP justru ia bercita-cita ingin memiliki perusahaan IT sekelas Microsoft.

Mahasiswa yang biasa dipanggil Sena ini membuat alat uji mutu teh hitam orthodox. Karya ini yang berhasil meraih penghargaan 107 Inovasi Indonesia dari BIC dan LIPI. Penelitian ini dianggap memiliki prospek inovatif, karena sejalan dengan ARN (Agenda Riset Nasional).

Teh hitam diolah menggunakan 2 cara. Salah satunya dengan orthodox atau bertahap. Adapun tahapannya dari pelayuan, penggulungan, penggilingan sortasi basah, fermentasi, pengeringan, dan disortasi. Sedangkan teh hitam adalah teh yang biasa dijadikan teh celup.

Sena melihat bahwa di masyarakat pengolahan teh masih manual, hanya bergantung pada mandor. Sehingga ketika performa mandor tidak bagus, akan berpengaruh pada kualitas teh hitam. Untuk menyamakan kualitas teh, maka Sena membuat alat uji mutu teh hitam.

Penelitian ini berkesan bagi Sena. “Karena, selain kerja penelitiannya bareng-bareng sama guru besar IPB, Prof. Kudang Boro Seminar, dan sejumlah Doktor di IPB, inspirasi penelitian ini juga didapat waktu survey lapangan. Artinya, penelitian ini based on problem yang ada di lapangan,” kata mahasiswa kelahiran Tangerang, 13 Juli 1993 ini.

Selain teh hitam orthodox, ternyata Sena pernah mendapat penghargaan penelitian. Tahun 2014, ia didanai DIKTI untuk karyanya yang berjudul Galaoo (Galah otomatis pemetik manggis). Karya ini masuk dalam program PKM-KC.

Bagi alumni SMPN dan SMAN 1 Bogor ini, prestasi adalah amal terbaik yang sudah dilakukan. “Amal itu bisa apa saja, bidang apa saja, bentuknya apapun,” ujar Sena.

Adapun prestasi yang dibuatnya adalah kontribusinya di beberapa organisasi. Pada tahun 2013-2015 menjadi kepala bidang mentoring Forum Komunikasi Alumni Muslim SMAN 1 Bogor. Ia pernah aktif di KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim) komisariat IPB. Mahasiswa yang sangat terinspirasi pada Ridwan Kamil ini memandang penting organisasi. Sekarang ia aktif di Yayasan IMAGO. Yayasan ini adalah yayasan yang peduli dengan pemuda, khususnya di Kota Bogor. Mereka mengakomodir komunitas-komunitas kepemudaan di kota Bogor.

“Hidup manusia itu diukur ‘prestasi’-nya dengan kebermanfaatan pada lingkungan sekitar. Dengan berorganisasi, kita mengoptimalkan kebermanfaatan yang kita berikan kepada lingkungan sekitar,” tutur Sena. (Nurfi)

Check Also

guru-mengajar

Kota Yogyakarta Belum Terapkan Permendiknas Tentang Sumbangan

Edupost.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta, Edy Hery Suasana menyatakan belum akan memberlakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *