Kamis , 14 Desember 2017
Home / Prestasi Pemuda / Septiani, Atlet Cilik Taekwondo Internasional Asal Bogor
Septiani Prameswari, siswi kelas enam SD Pengadilan 2 Bogor, atlet cilik taekwondo.

Septiani, Atlet Cilik Taekwondo Internasional Asal Bogor

Edupost.ID, Bogor – Bertanding dalam sebuah turnamen bukanlah hal mudah bagi siswi kelas enam SD Pengadilan 2 Bogor. Septiani Prameswari, atlet cilik taekwondo mampu membuktikan dirinya dengan meraih perunggu di GWK Bali Open Internasional pada beberapa waktu yang lalu. Meskipun ia hanya mendapatkan perunggu, ia selalu percaya diri.

“Seneng, lumayan deg-degan. Lawannya ada dari papua, malaysia, singapura. Aku udah ngantuk, aku main jam dua belas malem. Karena acara pembukaannya lama banget.” ujarnya kepada Edupost.ID.

Awalnya, Septiani tidak pernah bermimpi menjadi seorang atlet taekwondo. Saat duduk di bangku kelas tiga, orangtuanya mengajak agar ia mengikuti ekskul taekwondo. Hari latihan yang dianggap sulit, kini menjadi hari yang menyenangkan.

“Kata mama coba dulu, akhirnya suka. Latihannya Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, Minggu. Hampir setiap hari,” terang siswi yang mengidolakan salah satu atlet taekwondo juara dunia dari Denmark.

Selain meraih perunggu dalam ajang tersebut, ia juga meraih juara satu dalam kompetisi taekwondo SMANSA Open Sukabumi di SMAN 1 Sukabumi.

Sang pelatih, Rony, selalu menyemangatinya baik saat latihan maupun ketika mengikuti lomba. Rasa percaya diri yang begitu kuat, ia dapat dai sang pelatih dan kedua orangtuanya.

Ga pernah putus asa. Selalu semangat dan yang bikin semangat latihan diri sendiri sama orangtua. Mau jadi pelatih taekwondo yang sukses. Rencananya pengen ke Korea sama ikut Seagames tahun ini,” tegas dengan bangga.

Kini ia menyadari bahwa menjadi atlet taekwondo merupakan hal yang menyenangkan. “Jadi biar bisa bela diri, jaga diri, dan menambah prestasi,” tambahnya. (Nisa)

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *