Kamis , 25 Mei 2017
Home / Prestasi Pemuda / Siti Fatima, Juara OSN Astronomi 2011 yang Nyaris Putus Sekolah (Bagian 2)

Siti Fatima, Juara OSN Astronomi 2011 yang Nyaris Putus Sekolah (Bagian 2)

Edupost.ID – Selepas lulus dari SMPN 1 Sampang, sebuah batu terjal kembali menghalangi cita-cita Siti Fatima menuju OSN. Ibunya lagi-lagi tak memiliki biaya untuk membiayai sekolah Fatima di SMA. Namun, Fatima tak mau menyerah dengan keadaan. Berdoa, dan berusaha sekuat tenaga untuk tetap melanjutkan sekolah ia selalu lakukan dengan penuh ketekunan.

“Akhirnya Allah menjawab doaku, SMAN 1 Sampang menyelenggarakan Ajang Kompetensi Siswa,” kisahnya. Fatima akhirnya memenangkan kompetisi itu. Ia secara otomatis diterima di SMAN 1 Sampang dengan mendapatkan beasiswa berupa bebas biaya SPP selama satu tahun.

Di sekolahnya yang baru ini ia kembali menyusun semangat untuk mewujudkan cita-cita. Kecintaan terhadap fisika semakin besar. Nilai fisikanya sempurna. Selain itu, kegemarannya terhadap astronomi membuat ia diikutkan untuk mewakili sekolah mengikuti seleksi Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Sampang bidang Astronomi.

Keberhasilannya menjadi juara OSK Astronomi Sampang mengantarkan ia mengikuti seleksi Olimpiade Sains Provinsi (OSP) Jawa Timur. Saat itu, takut akan kegagalan membayangi langkahnya. Namun, dukungan semangat dari guru – gurunya mampu melawan ketakutan itu. Hingga akhirnya ia lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSP) 2011 mewakili Provinsi Jawa Timur.

Setelah mampu mengharumkan nama sekolah dan kabupaten, kini Fatim mampu mengharumkan nama propinsi Jawa Timur di kancah nasional. Ia berhasil pulang membawa medali emas pada OSN 2011 cabang Astronomi di Manado, Sulawesi Utara.

Keberhasilannya itu akhirnya mengantarkan Fatim ke bangku kuliah Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemendikbud memberikan beasiswa untuk melanjutkan ke ITB tanpa biaya.

Siti Fatima, seorang anak bangsa yang telah membuktikan bahwa Indonesia layak diperhitungkan di kancah internasional pada bidang sains. Namun, keberhasilannya itu bukan tanpa halangan. Yang terpenting, Fatima telah membuktikan bahwa dengan semangat juang tinggi, halangan itu mampu terlewatkan. Fatima selalu mengajak generasi penerusnya untuk mengikuti langkah gemilangnya dlam pendidikan. Pendidikan adalah keniscayaan bagi pemuda Indonesia. (Andi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *