Minggu , 24 September 2017
Home / Prestasi Pemuda / Siti Fatima, Juara OSN Astronomi 2011 yang Nyaris Putus Sekolah

Siti Fatima, Juara OSN Astronomi 2011 yang Nyaris Putus Sekolah

Edupost.ID, Yogyakarta – Tidak disangka, kisah keberhasilan Siti Fatima, peraih juara pertama Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara itu, diawali dengan cerita kehidupan yang penuh lika-liku. Karena kisahnya yang sangat menginspirasi ini, Siti Fatima diundang dalam acara pembukaan OSN 2015 di Jogja Expo Center (JEC) Selasa (19/5). Kisah kehidupannya ditayangkan dalam sebuah film pendek yang ditonton ratusan peserta OSN 2015.

Fatima kecil tinggal di sebuah rumah gubuk berlantai tanah itu terletak di dusun Dualas, Desa Pangongsean, Sampang, Madura. Rumah sederhana tersebut dikelilingi gedhek di tengah tegalan. Fatima adalah seorang siswa gigih berjuang. Berjalan 1 km dari rumah menuju ke sekolah tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk belajar. Di sekolahnya yang diakui sangat sederhana itu, pertama kali tertanam semangat hidup yang menggelora dalam jiwanya.

Fatima juga seorang yatim sejak kecil. Ayahnya meninggal sebelum ia lulus dari SD. “Ayah bahkan tidak sempat tahu kalau aku peraih nilai tertinggi ujian nasional di sekolah,” cerita Fatima. Namun, sebelum meninggal, sang ayah menitipkan Fatima kepada kakak sepupunya yang memiliki pesantren. Dan tidak disangka pula, itu adalah wasiat terakhir Fatima sebelum meninggal.

Sepeninggal ayahnya, Fatima sempat goyah untuk mewujudkan cita-citanya untuk mengenyam pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ibunya yang hanya penjual ikan keliling amatlah berat untuk membiayai sekolah Fatima di SMP. Namun, semangat ibunya yang tinggi membuat semangat Fatima tetap terpompa. Ia akhirnya diterima di SMPN 1 Sampang.

Saat itu marak diberitakan tentang putra Madura yang menjadi juara OSN Fisika, Andy Oktavian Latief, peraih medali emas pada Olimpiade Fisika Internasional. Andy kemudian menjadi sosok idola baru bagi Fatima. Sejak saat itulah keinginan menjadi juara pada event Olimpiade Sains Nasional dan Olimpiade Internasional mulai membuncah dalam dirinya.

Selepas lulus dari SMPN 1 Sampang, sebuah batu terjal kembali menghalangi cita-citanya menuju OSN. Ibunya lagi-lagi tidak memiliki biaya untuk membiayai sekolah Fatima di SMA.

Bagaimana kelanjutan kisah ini? klik Siti Fatima Bagian 2.

(Andi)

Check Also

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Mahasiswa UNY Ciptakan Media Pembelajaran Mitigasi Anak SD

Edupost.id – Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menciptakan inovasi media pembelajaran mitigasi bencana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *