Selasa , 30 Mei 2017
Home / Prestasi Pemuda / Zalfa, Atlet Paralimpik dari Kota Hujan
Zalfa, Atlet Paralimpik dari Kota Hujan
Zalfa, Atlet Paralimpik dari Kota Hujan (Foto: Nisa)

Zalfa, Atlet Paralimpik dari Kota Hujan

Edupost.id, Bogor – Gadis kelahiran Bogor 21 September 2001 ini sekilas tampak tak berbeda dengan siswa SMP pada umumnya. Terlebih melihat sederet prestasi yang diraihnya, tak ada yang mengira Zalfa Dhyia Ulhaq termasuk tuna rungu. Namun, keterbatasan fisik yang dimilikinya tak menghalangi langkahnya mengukir prestasi yang membanggakan.

Belum lama ini, siswa yang bersekolah di SLB Dharmawanita Malabar, Bogor tersebut berhasil meraih tiga medali emas dari tiga kategori di ajang Pekan Pelajar Paralimpik Daerah (Peparda) Jabar Cabang Renang.

Berawal dari hobinya bermain air, lambat laun menjadikannya jago dalam berenang. Ibunya, Musdalipah menceritakan kisah Zalfa kepada Edupost.id. “Sejak umur tiga atau empat tahun, Zalfa senang pergi berenang. Hampir tiap minggu ia pergi ke berbagai kolam hanya untuk main air,” ujarnya.

Gadis yang akrab disapa Dea ini, awalnya hanya berkeliling dari satu kolam ke kolam lainnya.  Sampai orangtuanya merasa bosan mengantarnya. Akhirnya orangtuanya memasukkannya ke kelompok berenang Nasional Paralimpyc Committe Indonesia (NPCI).

“Jadi kakak Dea dimasukkan ke klub. Jadi main air iya, ilmunya juga dapat,” ucap ibunya.

Berkat kelihaiannya dalam berenang, Dea didaulat sebagai atlet renang paralimpik tuna rungu wanita satu-satunya di Jawa Barat. Dea menunjukkan kebolehannya dalam berbagai ajang bergengsi. Seperti Peparda yang beberapa waktu lalu digelar di Bandung.

“Awalnya saya berpikir wah senang ya kalau anak kita naik ke panggung dan dikalungkan medali. Lama kelamaan kakak Dea dengan keinginannya sendiri sering ikut lomba dan mendapatkan banyak medali. Terakhir Pekan Pelajar Paralimpik Daerah (Peparda) Jabar dapat tiga medali emas. Peparda eventnya sama dengan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang kemaren baru selesai di laksanakan di Kabupaten Bogor,” ungkap Musdalipah.

Namun demikian, Dea sempat merasa sedih saat kalah dalam berlomba. Namun, Musdalipah terus membangkitkan semangat anaknya. Saat ini Dea tengah mempersiapkan dirinya untuk PON 2016.

“Kakak Dea sedang bersiap untuk mempersiapkan ajang selanjutnya. Ia punya atlet renang asal Amerika yang disukai. Selain itu dia juga punya banyak teman. Jadi dia selalu bersemangat ikut latihan dan lomba,” tutur Musdalipah. (Nisa)

Check Also

Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)

Mahasiswa UNS Ciptakan Aplikasi Bimbingan Belajar Cariles

Edupost.ID- Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, berhasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *