Senin , 21 Agustus 2017
Home / Profil Inspiratif / Abdul Hadi, Kepala Madrasah yang Gemar Kegiatan Sosial

Abdul Hadi, Kepala Madrasah yang Gemar Kegiatan Sosial

Edupost.Id, Sleman – Pukul 06.00 pagi ini Abdul Hadi sudah berada di MTSN Yogyakarta 1. sejak diangkat sebagai kepala di madrasah pada 2013, ia selalu membiasakan diri datang lebih awal. Setiap harinya ia harus berangkat dari rumah di Ngemplak, Sleman pukul 5.15 pagi. Setelah melakukan perjalanan selama 45 menit, ia akhirnya tiba di tempat tugasnya.

Tepat pukul 6.30 ia harus memimpin sholat duha kepada seluruh siswa nya. Usai sholat duha, ia memimpin siswa-siswanya untuk menghafal Al Quran. Tradisi ini ia bangun karena kebiasaannya melakukan terobosan baru selama ia mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

Sebuah terobosan sosial pernah dilakoni Hadi ketika ia masih bertuigas menjadi guru di Kalimantan Selatan. 28 tahun yang lalu, ia bertugas menjadi guru matematika di sebuah Madrasah Aliyah. Secara tak sengaja, ia menemukan ada sebuah gunung yang airnya tidak dapat mengalir ke sawah ladang petani, akhirnya sawah itu perlahan mengering.

Jiwa sosialnya menuntun Hadi untuk berbuat sesuatu untuk menolong para petani. Ia lantas mengajukan proposal ke pemerintah pusat untuk membangun pipa penyalur air dari gunung menuju area persawahan. “Saya langsung mengirim proposal ke Jakarta, dan akhirnya disetujui,” kenangnya kepada Edupost.Id Jumat (4/12). Sebuah sistem pipa penyalur air akhirnya selesai ia bangun. Alhasil, sawah ladang petani tumbuh kian subur.

10 tahun kemudian, tepatnya tahun 1997 ia dipindahkan ke Sleman. Tugas baru menjadi guru MAN Maguwoharjo Sleman akhirnya ia laksanakan. Di tempat yang baru ini guru yang lahir di Sleman, 20 Desember 1960 ini kembali berpikir untuk melakukan kegiatan sosial. Ia akhirnya memilih untuk mendampingin siswa berkebutuhan khusus penyandang tuna netra. “Saya saat itu menyatakan siap tidak dibayar untuk mendampingi tuna netra,” ungkapnya.

Abdul Hadi akhirnya mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Dana itu ia gunakan untuk membeli komputer khusus untuk penyandang tuna netra dari Norwegia. Komputer itu akhirnya dapat membawa manfaat bagi siswa tuna netra di sekolah itu.

Pada akhir 2012 ia akhirnya ditugaskan untuk menjadi kepala MTSN Pakem Sleman. Tak berselang lama, ia kemudian dipindahkan lagi ke MTSN Yogyakarta 1. dan hingga saat ini, ia memimpin gerbong MTSN Yogyakarta 1. berbagai terobosan yang ia lakukan ternyata membuahkan hasil gemilang bagi sekolah ini.

“Sebelum saya di sini, peringkat sekolah di tingkat MTS DIY ini berada di level bawah. Setelah saya masuk, sekolah ini mampu melompat 60 posisi di atasnya,” katanya bangga. Pada tahun 2013, menurut Hadi, peringkat sekolah ini masih berada pada posisi bawah. Namun pada 2014 dan 2015 mampu menduduki posisi teratas di tingkat MTS di DIY.

Prestasi non akademik siswa MTSN Yogyakarta 1 juga menunjukkan grafik yang menanjak. “Dulu sebelum saya datang para guru di sini takut untuk mengikutsertakan anak-anak pada lomba. Mereka kurang percaya diri,” ujarnya. Namun, bagi Hadi, kepercayaan diri adalah sangat penting. Untuk itu, ia bertekad mengubah pola pikir guru yang pesimis. Setiap ada lomba, ia berusaha mengirimkan siswanya untuk mengikutinya. Baginya, yang penting bukan menang atau kalah, tetapi pengalaman lah yang terpenting.

Ternyata gebrakannya itu membawa dampak baik. Berbagai prestai kini sering diraih oleh siswanya. “Hampir setiap senin ada upacara penyerahan piala dari siswa kepada sekolah,” ungkapnya bangga.

Dengan mengusung misi “Terwujudnya Pribadi Muslim Yang Unggul, Inklusif, Berwawasan Global dan Ramah Lingkungan”, ia berusaha membawa MTSN Yogyakarta 1 menjadi sekolah yang unggul dalam berbagai bidang. (Andi)

Check Also

Telur itik kaya Antioksidan dan Omega 3

Telur Itik Inovasi IPB Ini Kaya Antioksidan dan Omega 3

Edupost.id – Tiga peneliti Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB), Sumiati, Widya Hermana dan Arif Darmawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *