Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Profil Inspiratif / Bantu Difabel, Mahasiswa UIN Suka Ciptakan Alat Peraga Fisika
Bantu Difabel, Mahasiswa UIN Suka Ciptakan Alat Peraga Fisika
Bantu Difabel, Mahasiswa UIN Suka Ciptakan Alat Peraga Fisika

Bantu Difabel, Mahasiswa UIN Suka Ciptakan Alat Peraga Fisika

Edupost.id – Memahami materi pelajaran fisika bagi siswa tunanetra memang tidak mudah, karena fisika memang membutuhkan banyak pengamatan langsung. Keterbatasan penglihatan tak bisa dipungkiri cukup menghambat aktivitas siswa difabel dalam mempelajari fisika.

Melihat adanya persoalan ini, Arizal Adi Pratama, mahasiswa Prodi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga tergugah membuat sebuah alat peraga pembelajaran fisika untuk siswa tuna netra. Alat peraga yang diberi nama Alat Peraga Optikal Geometri ini dapat membantu siswa tunanetra memahami konsep bayangan yang dihasilkan oleh cermin dan lensa.

“Alat ini adalah alat yang dapat diraba oleh peserta didik yang memiliki kekurangan dalam hal penglihatan. Dengan alat ini, mereka dapat mempelajari sifat bayangan yang dihasilkan cermin maupun lensa,” terang Arizal saat memamerkan karyanya pada acara Pameran Sains dan Teknologi di GOR UNY Rabu (4/10).

Mahasiswa asal Gunungkidul ini menuturkan, konsep alat ini sangatlah sederhana. Alat ini mengajak siswa tunanetra mengalihkan indera penglihatan menjadi indera petaba untuk memahami konsep optik. Jika bagi siswa berpoenglihatan normal, konsep optik ini dapat diamati langsung dengan infera pornglihatan, maka siswa tunanetra akan meraba derngan tangan untuk !emahami konsep materi.

Alat ini berbentuk sebuah papan yang di atasnya dipasang gambar timbul tentang arah sinar dan bayangan pada pemantulan maupun pembiasan cahaya. Gambar timbul ini dibuat dari batang kayu maupun karet yang disusun sedemikian rupa membentuk gambar prmantulan dan pembiasan cahaya.

Alat ini, menurut Arizal, sudah diujicobakan di MTs Yaketunis Yogyakarta, sebuah sekolah khusus siswa tunanetra. Alat ini juga sudah dinilai dan divalidasi oleh para ahli. Hasilnya, siswa tunanetra sangat terbantu oleh alat ini.

“Siswa merasa terbantu menggunakan alat ini. Mereka akhirnya bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan alat yang bisa diraba ini,” imbuhnya sambil menerangkan bahwa alat ini merupakan hasil penelitian untuk tugas akhir.

Mahasiswa angkatan 2013 ini juga berharap, akan dapat me!buat alat-alat lain untuk membantu siswa berkebutuhan khusus. Terlebih, di Yogyakarta memang banyak siswa berkebutuhan khusus yang membutuhkan alat peraga untuk membantu mereka dalam memahami konsep materi pelajaran. (Andi)

Check Also

CFC UIN Suka, Ajang Promosi Prodi Kimia ke Masyarakat

CFC UIN Suka, Ajang Promosi Prodi Kimia ke Masyarakat

Edupost. id – Ajang Chemistry Festival & Competition (CFC) kembali digelar oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *