Rabu , 19 September 2018
Home / Profil Inspiratif / Berkursi Roda, Fahmi Mampu Raih Top 5 Car Design Contest

Berkursi Roda, Fahmi Mampu Raih Top 5 Car Design Contest

Edupost.id – Keterbatasan fisik tak boleh menghalangi seseorang untuk berprestasi. Semangat itulah yang menjadi inspirasi Muhammad Fahmi Husaen, seorang mahasiswa berkursi roda, hingga berhasil masuk top 5 di ajang Electric Car Design Contest yang diselenggarakan oleh Muscle Car Indonesia (MCI).

“Senang, saya bisa meraih top 5 best design. Memang sejak dulu saya suka mendesain mobil,” kata Fahmi.

Mahasiswa Program Studi Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi UGM ini menderita penyakit Duchne Muscular Distropy (DMD). Karena penyakitnya ini ia tak bisa berjalan sejak kelas 4 SD dan harus bergantung pada kursi roda.

Putera pertama dari pasangan Anik Marwati dan Murtandlo ini membuat sketsa desain mobil bertema mobil roadster yang merupakan mobil atap terbuka. Mobil karyanya didesain sebagai mobil listrik yang dinamis dan elegan.

“Konsep desain mobil listrik saya adalah
dynamic dan elegant dimana bentuk mobil dinamis memaksimalkan aliran angin untuk meningkatkan pengendalian namun tetap memiliki desain yang simple,” tegasnya.

Ia menggunakan program software Adobe Illustrator, Autodesk Alias, Solidworks dan Keyshot. Sketsa yang sudah dibuat diproyeksikan ke blueprint dengan tampilan depan, samping dan atas sebagai panduan untuk membuat model 3D.

Dari lima desain terbaik dipilih pemenang pertama dan desain akan diwujudkan dalam bentuk prototype dalam satu tahun kedepan. Namun tidak menutup kemungkinan finalis lainnya akan terlibat pada pembuatannya.

Meski berkebutuhan khusus, Fahmi sudah berprestasi sejak duduk di SMP. Kemampuan di bidang akademik Fahmi cemerlang. Dari SMP, nilai rata-ratanya 9,01.

Tak hanya itu, Fahmi berhasil meraih juara tiga Indonesia Informatika And Communication Technology Award (INAICTA) 2013. Pada tahun 2015, Fahmi meraih juara dua karya ilmiah Olimpiade Sains Nasional (OSN)

Kondisi kelemahan fisik seharusnya memang tak boleh menyurutkan semangat untuk berprestasi. “Jangan menyerah dengan keterbatasan. Lakukan yang bisa dilakukan dan jangan takut,” tegas mahasiswa yang tinggal di Dadapan, Wonokerto, Turi, Sleman ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=