Selasa , 24 Januari 2017
Home / Profil Inspiratif / Bunda Wiwin, Mualaf yang Memiliki 70 Anak Asuh

Bunda Wiwin, Mualaf yang Memiliki 70 Anak Asuh

Edupost.ID, Yogyakarta – Fransisca Wiwin Bonaty atau Bunda Wiwin, seorang mualaf yang telah meninggalkan keluarga, harta, dan bisnis salonnya demi mengejar keyakinannya dalam beragama Islam. Namun, tak disangka kini ia memiliki dua rumah yatim untuk 70 anak asuhnya, Wiwin Muslimah.

Bunda Wiwin terlahir sebagai seorang Nasrani yang taat. Sejak usia dua tahun, bapaknya  meninggal sedangkan sang ibu sibuk mencari nafkah. Alhasil, bunda Wiwin tidak tumbuh dalam kondisi keluarga yang mengajarkan agama. Anak-anak mencari Tuhan sendiri, tanpa bimbingan keluarga.

Seorang karyawan muslim akhirnya membuka pintu hatinya untuk memeluk Islam. Sebelumnya, ia mengaku sempat kesal karena pegawainya sering mengambil waktu kerja untuk shalat. Namun, akhirnya Bunda justru jatuh cinta kepada Islam.

“Suami marah, mau bakar rumah, mobil, semuanya. Bunda jawab saja, ‘Kalau kamu mau bakar, ya bakar saja. Urusanmu bukan sama aku tapi sama polisi. Kalau dipenjara, nggak ada guru mantan napi. Kalau mau, ya dibagi dua saja’. Bunda bilang seperti itu. Itu rumah bunda, tapi bunda kasih waktu  tiga hari, bunda pindah dari rumah, cuma  ambil baju-baju saja, dan tinggal di salon. Tapi salon kan ngontrak. Rumah dijual hasilnya bagi dua. Bagian bunda untuk beli tanah yang sekarang bunda tempati,” ujarnya berkisah.

Desember 2005 adalah bulan pertama Bunda menjadi muslimah. Sejak itu, bunda rajin mengaji dan mendalami agama Islam. Hal pertama yang menarik hati bunda terkait pengamalan Islam yaitu dakwah dan mengurus anak yatim.

Bunda telah memiliki dua rumah asuh, tetapi jumlah anak asuhnya yang terus bertambah belum dapat tertampung. “Sebagian besar anak asuh Bunda SD, ada yang kuliah, dan ada juga yang bayi,” imbuh Bunda. Di rumah asuhnya, Buda mengajarkan mengaji, dan mempraktekkan ajaran Islam.

Saat ini, wanita kelahiran Ngawi, 15 September 1959 ini tengah merencanakan pembangunan pesantren yatim. “Bunda mendapat wakaf tanah di Timoho, dan Bunda berencana membangun pesantren khusus anak yatim di atas tanah itu,” tutur Bunda Wiwin. Bunda menambahkan, selama menekuni kegiatan sosial, ia tidak pernah meminta sumbangan dari orang lain. “Bunda hanya meminta kepada Allah, dan Allah selalu mencukupi,” ujarnya. (Andi)

Check Also

Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB Tuan Rumah Workshop Kedokteran Hewan Indonesia dan Jepang

Edupost.Id- Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tuan rumah dalam acara workshop …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *