Rabu , 20 September 2017
Home / Profil Inspiratif / Cucu dan Gunawan Rintis Sekolah Gratis bagi Anak Putus Sekolah

Cucu dan Gunawan Rintis Sekolah Gratis bagi Anak Putus Sekolah

Bogor- Banyaknya anak putus sekolah di kampungnya Jawa Barat menggerakkan hati pasangan suami-istri Cucu Sumiati (32) dan Gunawan (37) untuk mendirikan sekolah gratis pada pertengahan tahun 2011

Setelah survei kecil-kecilan, keduanya memberanikan diri mengajukan pendirian kelas jauh ke pengelola Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cijeruk di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Cucu meyakinkan banyak siswa tak mampu melanjutkan sekolah karena faktor jarak dan ketiadaan biaya.

”Kami survei di dua RT (rukun tetangga), yakni RT 4 dan 1 Desa Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk, untuk membuktikan benar ada banyak anak putus sekolah. Hasilnya, ada 35 anak putus sekolah atau sekitar 85 persen dari seluruh anak usia di bawah 15 tahun di daerah itu,” ujar Cucu.

Sebagian orangtua tak ingin anaknya bersekolah karena harus bekerja, ada juga yang ingin anaknya sekolah, tetapi tak mampu membayar ongkos transportasi, membeli sepatu dan seragam, serta keperluan lain.

”Jangankan Rp 20.000 untuk biaya transportasi anak ke sekolah, kebutuhan sehari-hari saja kadang tak terpenuhi karena memang tak ada uang. Penghasilan orangtua sebagai buruh harian lepas, buruh tani, dan pedagang tak cukup,” ucap Cucu.
Kelas jauh.

Terhitung mulai Juli 2011, Cucu dan Gunawan diberi kepercayaan mengelola kelas jauh SMP Negeri 1 Cijeruk. Keduanya diizinkan menggunakan salah satu ruang kelas di SD Langensari untuk menggelar kegiatan belajar- mengajar. Waktu belajar berlangsung pukul 12.30-17.00 setelah jam pelajaran SD Langensari berakhir.

Cucu dan Gunawan bergerilya mencari calon siswa, setiap hari mereka mendatangi 2-3 rumah warga. ”Kadang hanya satu anak (menyatakan siap sekolah),” ujarnya.
Hasil gerilya selama beberapa pekan, Cucu dan Gunawan berhasil mengajak 24 anak putus sekolah di sekitar tempat tinggalnya.

Berbagai persoalan muncul diantaranya sarana sekolah yang terbatas, Cucu dan Gunawan selalu berinovasi untuk menyiasatinya. Untuk pelajaran praktik komputer, misalnya, keduanya menggalang dana patungan siswa untuk menyewa komputer di warung internet. Dengan modal Rp 500 per siswa, Cucu dan Gunawan bisa menyewa 5 unit komputer selama satu jam. Satu unit komputer untuk 4-5 siswa.

Cucu dan Gunawan juga melobi pemilik kolam renang agar bisa praktik renang berbiaya murah. Keduanya juga belajar menjahit, menyulam, dan merajut secara otodidak untuk kemudian ditularkan kepada 24 siswanya pada pelajaran keterampilan atau ekstrakurikuler.

”Prinsip-prinsip itu bekal hidup. Kami tak ingin anak-anak itu terjebak dalam kebodohan dan kemiskinan lagi. Sudah miskin, tak mau sekolah (belajar) lagi,” kata Gunawan. (Edu)

Check Also

Universitas Pertamina

Universitas Pertamina Tumbuhkan Pemahaman Teknologi Siswa SMA

Edupost.id – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di masyarakat saat ini, Universitas Pertamina melalui slogannya, “Be …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *