Selasa , 11 Desember 2018
Home / Profil Inspiratif / Dirikan Kampus Murah, Darsono Dianugerahi Gelar Doktor
Dirikan Kampus Murah, Darsono Dianugerahi Gelar Doktor
Dirikan Kampus Murah, Darsono Dianugerahi Gelar Doktor

Dirikan Kampus Murah, Darsono Dianugerahi Gelar Doktor

Edupost.id – Ketua Yayasan Sasmita Jaya yang menaungi Universitas Pamulang, Darsono, mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penganugerahan yang diberikan pada Rabu (28/3) di Auditorium UNY ini atas kiprahnya memberikan akses pendidikan murah untuk kaum marjinal melalui Universitas Pamulang (Unpam).

Darsono dalam orasi ilmiahnya menceritakan kiprahnya mengelola Unpam yang memberikan akses pendidikan murah untuk kaum marjinal. Pada tahun 2001 Unpam didirikan di bawah naungan Yayasan Primajaya. Sayangnya, tidak banyak orang yang tertarik menjadi mahasiswa di kampus ini, lantaran biaya kuliah di kampus ini yang mahal. Kampus ini hanya memiliki 150 mahasiswa dari 10 prodi.

Kemudian, pada tahun 2004 Yayasan Sasmita Jaya yang dipimpin Darsono mengakuisisi Unpam. Saat itulah Darsono membuat gebrakan dengan membuka akses kuliah murah untuk masyarakat marjinal yang berekonomi lemah.

“Mahasiswa yang datang pada semester awal itu berasal dari kelompok masyarakat marjinal. Oleh karenanya masih perlu dibantu secara finansial agar bisa kuliah di Unpam sampai selesai, ” ujar pria kelahiran Bantul, 5 Juli 1955 ini.

Saat itu Darsono membuat tiga strategi yang luar biasa. Semua mahasiswa Unpam dibebaskan dari uang gedung dan biaya SKS. Biaya kuliah yang diberlakuan juga hanya dipatok Rp 100.000 per bulan. Waktu kuliah juga fleksibel, mahasiswa bisa memilih kuliah pagi atau malam. Strategi ini ternyata berhasil menggaet lebih banyak mahasiswa. Hingga saat ini, mahasiswa Unpam lebih dari 50.000 mahasiswa.

Secara matematis, Darsono mengaku sempat mengalami defisit di awal pengelolaan Unpam. Setiap rombongan belajar hanya diikuti oleh 1-2 mahasiswa, sehingga maksimal hanya mendapat pemasukan maksimal Rp 200.000 per bulan. Padahal kebutuhan pembiayaan pendidikan sebesar Rp 4 juta per bulan untuk setiap rombongan belajar. Untuk menutupi defisit ini, Darsono menggunakan laba badan usaha yang juga dikelola oleh yayasan yang dipimpinnya.

Tampaknya usahanya tak sia-sia. Saat ini Unpam sudah tumbuh menjadi PTS terbesar di Jabar Banten. Bahkan, kampus ini sudah menyiapkan lahan 160 hektar di Serang untuk membangun kampus baru yang memiliki data tampung 200.000 mahasiswa.

“Kami bekerja mewujudkan mimpi anak bangsa untuk menjadi sarjana dari golongan yang tidak mampu secara finansial, ” ungkapnya.

Prof. Suyanto, selaku Promotor penganugerahan ini, mengatakan, Darsono telah berkiprah dalam membawa masyarakat marjinal untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Kiprahnya dalam mengelola Unpam telah memberikan manfaat besar dalam kehidupan masyarakat marjinal. (Andi)

Check Also

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Pemuda Ini Ciptakan Motor Berbahan Bakar Kotoran Sapi

Edupost.id – Rizal Justian Setiawan, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=