Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Profil Inspiratif / Demi Masa Depan, Siswa ini Kayuh Sepeda 90 Menit Tiap Hari
Okti Sulistian Sari MAN Yogyakarta 1
Okti Sulistian Sari, Siswi MAN Yogyakarta 1 saat diberikan hadiah sepeda oleh Kepala MAN Yogyakarta 1 Wiranto (foto : kemenag)

Demi Masa Depan, Siswa ini Kayuh Sepeda 90 Menit Tiap Hari

Edupost.ID – Seperti hari – hari biasanya, Okti Sulistian Sari pagi ini tetap mengayuh sepedanya dari rumah neneknya menuju sekolahnya, MAN Yogyakarta 1. Okti, panggilan akrabnya, tak pernah lelah mengayuh sepedanya selama 45 menit ketika berangkat sekolah setiap hari. Waktu yang sama juga harus ia tempuh untuk kembali ke rumah neneknya di daerah Denggung Sleman.

“Setiap hari naik sepeda dari rumah nenek di Denggung Sleman, selama 45 menit ke sekolah. Orang tua tinggal di Bantul, jadi harus tinggal dengan nenek biar lebih dekat,” kata Okti mengawali ceritanya Sabtu (6/1).

Alumni MTsN Bantul Kota ini mengaku tertarik melanjutkan pendidikan di Kota Yogyakarta karena ingin mencari pengalaman yang lebih luas. Dengan bersekolah di luar daerah, ia berharap menemukan hal baru yang tidak akan ia dapatkan di Bantul. Keputusan ini membuahkan hasil, karena tahun yang lalu ia diterima menjadi siswa MAN Yogyakarta 1 lewat jalur prestasi.

“Waktu masih MTs, bapak kerja jadi buruh bangunan dan ibu buka warung. Tapi sekarang bapak tidak kerja, hanya bantuin ibu di warung,” ujar siswa kelas X IPS 2 MAN Yogyakarta 1 ini.

Kondisi ekonomi keluarga yang sulit inilah yang pada akhirnya membuat putri sulung pasangan Irwan dan Ari Triwinarti ini harus rela mengayuh sepeda ke sekolahnya. Bahkan, pada awalnya, gadis penyuka karate ini nekat bersepeda dari Bantul ke Yogyakarta dengan menempuh perjalanan selama satu jam. Namun, hanya beberapa hari ia menyerah. Akhirnya ia memboyong sepedanya ke sebuah pesantren di Yogyakarta.

Di pesantren itulah ia tinggal agar perjalanan bersepedanya tidak terlalu jauh. Namun, lagi – lagi ia tak lama tinggal di pesantren itu. “Di situ kan harus bayar untuk tinggal dan untuk makan. Orang tua tidak punya biaya lagi. Akhirnya saya keluar, dan tinggal bersama nenek sampai sekarang,” imbuh Okti.

Meski berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, prestasi yang diukir Okti tergolong bagus. Semasa di MTsN Bantul Kota, ia tercatat memboyong beragam juara. Beberapa prestasi yang poernah diraih di antaranya juara 3 Pidato Bahasa Inggris tingkat DIY, juara 3 Karate tingkat DIY, juara 2 Pidato Bahasa Arab tingkat DIY, juara 2 LKTI tingkat DIY, dan juara harapan 1 Karate tingkjat Jawa Bali.

Selama di MAN Yogyakarta 1, ia juga tak sepi prestasi. Prestasi terbaik yang diraihnya adalah juara 2 LKTI tingkat DIY di UII, dan juara 1 Karate tingkat DIY.

Saat ini, sepeda kesayangannya sudah rusak dan tak dapat digunakannya lagi. Untungnya salah seorang temannya berbaik hati meminjamkan sepedanya, sehingga bisa digunakan Okti untuk perjalanan pulang pergi dari sekolah ke rumah neneknya. Selain itu, pihak sekolah juga menyatakan siap memberikan sepeda baru untuk Okti.

Dengan semangat dan cita – cita yang tinggi, Okti mampu membuktikan bahwa tak ada satu halpun yang dapat menghambat seseorang untuk berprestasi. Meski hidup dalam keterbatasan, Okti tetap tersenyum mengayuh sepedanya meski dengan cucuran keringat. Semua itu demi satu misi, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. (Andi)

Check Also

MAN Yogyakarta 1

Belum Dibuka, PPDB Prestasi MAN 1 Yogyakarta Ramai Peminat

Edupost.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN 1 Yogyakarta jalur prestasi baru akan dibuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *