Rabu , 24 Mei 2017
Home / Profil Inspiratif / Edy Fajar, The Money Maker Asal Ciputat
Edy fajar prasetyo
Edy Fajar Prasetyo

Edy Fajar, The Money Maker Asal Ciputat

Edupost.id, Jakarta – Menjadi enterprener terutama dalam mendaur ulang sampah bukanlah cita-cita awal pemuda berusia 23 tahun ini. Anak kelima dari enam bersaudara ini awalnya ingin menjadi pemain bola profesional. Keahliannya dalam berdagang, menjadikan Edy Fajar Prasetyo, dinobatkan sebagai The Money Maker (penghasil uang) oleh teman sebayanya saat SMA.

Sejak duduk di bangku sekolah menengah Edy sudah memiliki jiwa enterprenership. Putra dari pasangan Tupon Iksan dan Ratna Nirmala Ningsih ini mengawalis bisnis dari menjual kopi saat SMP. Banyaknya dukungan yang didapat terutama dari keluarga dan rekan sesama enterpreneur, membuatnya pantang menyerah.

“Prinsip saya dalam menjalankan bisnis adalah membuat konsumen senang dan menerima banyak untung, di sisi lain dalam bisnis ini juga di upayakan bisa memberi dampak sosial yang positif,” ujarnya kepada Edupost.id.

Mahasiswa yang masih menyelesaikan studi S1 Agribisnisnya di UIN Syarif Hidayatullah ini meyakini dirinya mantap untuk konsen dalam dunia bisnis. Meskipun sebelumnya sempat gagal membuka usaha kuliner (Tahu Gledek), Edy beralih ke Pemanfaatan Sampah Plastik (www.ebibag.com) sampai hari ini.

Buah hasil dari pemanfaatan sampah itulah yang membuat Edy terkenal juga sebagai pencetus Eco Business Indonesia “EBI”. Mahasiswa yang tinggal di kos daerah Ciputat ini mempunyai ide mengajak warga bergabung dalam programnya. Dengan mengusung konsep Eco Social Preneurship Edy dan rekan-rekannya fokus pada 5 program.

“#Yuk Darling (Yuk Sadar Lingkungan), #PETAKA (Pemberdayaan Tenaga Kreatif), #CLBK (Cerdas Luar Biasa Kreatif), #POLEMIK (Produk Olahan EBI menarik), dan # Selundup (sedekah lingkungan hidup),” jelas Edy.

Program yang mereka buat mengantarkan Edy ke berbagai seminar, talkshow dan lainnya sebagai narasumber. Kesuksesannya tidak terlepas dari dukungan orangtua. Tokoh di balik kesuksesan saya adalah kedua orang tua, para guru, team yang solid, serta masyarakat itu sendiri yang bersama berdaya memberikan kontribusi yang besar,” tuturnya.

Besar harapan Edy agar rencana yang ia buat dapat berjalan dengan lancar. “Rencana jangka panjang, membuat Market Place dan menjaring konektivitas pasar global yang lebih massive,” tambahnya. (Nisa)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *