Selasa , 30 Mei 2017
Home / Profil Inspiratif / Gerakan UI Mengajar Jadikan Mahasiswa Bagian dari Solusi Pendidikan

Gerakan UI Mengajar Jadikan Mahasiswa Bagian dari Solusi Pendidikan

Edupost.ID, Depok – Menuntaskan pendidikan yang berkualitas di Indonesia menjadi tanggung jawab kita bersama. Hal inilah yang memotivasi para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan UI Mengajar (GUIM) ikut terjun memperbaiki kondisi pendidikan. GUIM telah menjadi wadah bagi mahasiswa UI untuk melaksanakan tridarma pendidikan yaitu pengabdian masyarakat. Karena mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah mereka yang murni berkeinginan mengajar di daerah selama satu bulan.

Ketua Panitia Grand Launching GUIM 5, Muhammad Julnis Firmansyah menyebutkan visi GUIM ialah memotivasi siswa didik dan menginspirasi Indonesia. Tujuannya memotivasi siswa didik agar anak-anak tersebut dapat melanjutkan sekolah, lalu angka putus sekolah menjadi menurun, dan juga untuk menginspirasi Indonesia agar terbentuk  gerakan-gerakan seperti GUIM ini.

“Dua poin besar ini merupakan visi yang dibawa oleh GUIM-1 hingga GUIM-5 sampai saat ini,” ujar Julnis saat diwawancara pada acara Grand Launching Gerakan UI Mengajar-4 di balai sidang Universitas Indonesia, Jumat (4/9) sore.

Saat ditanya tentang peserta yang berpartisipasi dalam GUIM-5 ini, Julnis menuturkan, mahasiswa UI menjadi eksekutor di lapangan baik itu menjadi pengajar atau panitia. Sedangkan, masyarakat, lanjutnya, bisa memberikan bantuan dana pendidikan atau donasi buku.

Lokasi GUIM berada di 6 titik atau sekolah yang berasal dari 4 kecamatan di daerah Tegal.

Julnis menyampaikan, ada  perbedaan di GUIM-5 kali ini yakni adanya kehadiran duta GUIM. Mereka adalah mahasiswa lain yang memiliki gerakan yang sama seperti GUIM tapi mereka hanya sebagai observer. Para duta GUIM itu akan melihat sistem mengajar dari GUIM ini, bagaimana cara mengajar murid-murid dan mengintervensi masyarakat.

Menurut survey GUIM, tambah Julnis, gerakan-gerakan mengajar yang ada saat ini, belum berkelanjutan. Hal itu disebabkan, pelaksana masih bingung dalam mencari arah gerakan mengajar itu seperti apa. Karena itu, melalui duta GUIM ini diharapkan bisa sebagai ajang bertukar pikiran dan berbagi ilmu.

Julnis berharap, dengan adanya GUIM, akan terbangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Untuk mahasiswa sendiri, ia berharap, dapat menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya. Misalnya saat mereka pulang ke daerahnya, mereka mau melakukan aksi kecil seperti GUIM. (Iyes)

Check Also

Himpunan Alumni (HA) IPB

HA IPB Komitmen Kawal Hasil Konvensi Hingga Proses Terpilihnya Rektor Baru

Bogor – Proses konvensi Bakal Calon Rektor (BCR) IPB periode 2017-2022 yang dilakukan oleh Himpunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *